Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
ilustrasi./dok
Harianjogja.com ,BANTUL--Partai Demokrat bersiap ambil bagian dalam Pilkada Bantul 2020 mendatang. Bahkan partai yang digawangi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah menyiapkan beberapa kadernya yang siap dijadikan sebagai bakal calon Wakil Bupati Bantul.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bantul, Nur Rohmat mengatakan Demokrat berkepentingan menghadirkan calon pemimpin di Bantul. Pada Pilkada 2015 lalu, Demokrat Bantul ikut mendukung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih, bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Namun melihat peta perpolitikan saat ini, Nur Rahmat tidak bisa menjamin koalisi Pilkada 2015 lalu kembali diulang pada pilkada 2020 mendatang. Demokrat sendiri tidak bisa memastikan untuk kembali mendukung Suharsono atau Abdul Halim Muslih. “Komunikasi dengan beberapa partai masih cair, karena pendaftaran masih cukup lama,” kata Nur Rahmat, dalam keterangan pers di Rumah Makan Andrawina, Bantul, Senin (22/7/2019).
Nur Rahmat mengatakan saat ini komunikasi dengan sejumlah partai masih terus dilakukan. Ia mengklaim beberapa bakal calon yang muncul juga sudah ada yang berkomunikasi, namun masih komunikasi nonformal. Nama-nama yang muncul tersebut diakuinya baru muncul untuk bakal calon bupati. Sementara tokoh yang menyatakan diri untuk bakal calon wakil bupati belum ada.
Dengan perolehan sekitar 38 ribu suara saat Pemilu 2019, atau sekitar dua kursi perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, dia optimistis hal itu bisa jadi kunci pencalonan bakal calon bupati dan wakil bupati bersama partai lainnya.
Pasalnya hampir semua partai politik di Bantul tidak bisa mengusung paket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul, kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Kami memberanikan diri untuk mengajukan [menawarkan] calon yang akan diusung. Kami optimistis bisa merebut Bantul 2 [Wakil Bupati Bantul],” ujar Nur Rohmat.
Lebih lanjut Nur Rohmat mengatakan internal Demokrat sudah melakukan rapat internal terkait dengan persiapan Pilkada Bantul 2020. Dalam rapat tersebut muncul beberapa nama yang diusulkan kader mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), DPC, hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DIY.
Nama-nama tersebut, yakni Heri Sebayang yang saat ini menjabat ketua DPD Demokrat DIY, Edy Prabowo selaku bendahara DPC Demokrat Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan sebagai kader Demokrat yang terpilih menjadi anggota DPRD Bantul, Hozi sebagai sekretaris DPC Demokrat Bantul, dan Nur Rohmat sendiri sebagai ketua DPC Demokrat Bantul.
Kelima nama itu, diakui Nur Rohmat merupakan kader potensial berdasarkan usulan kader dan masyarakat.
Sementara itu, Edy Prabowo mengatakan secara pribadi dirinya siap ditempatkan dimanapun oleh partai politik. Anggota DPRD Bantul periode 2019-2024 ini mengaku Demokrat Bantul masih cair dan membuka komunikasi dengan sejumlah partai. “Sampai sekarang belum ada yang resmi koalisi,” kata Edy.
Ia menyatakan Demokrat Bantul jika pada akhirnya nanti mengusung pasangan calon lain, namun tetap akan mendukung penuh pemerintahan Suharsono-Abdul Halim Muslih sampai 2021 mendatang sebagai etika politik koalisi pada pilkada 2015 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Sebanyak 194 tumpeng dikirab menuju puncak Gunung Tidar dalam Merti 2026 yang mengangkat pesan spiritual, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka rekening gratis bagi 25,16 juta warga desil 1 hingga 4.
PMI asal Cililin, Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, ditemukan selamat di UEA. Pemulangan menunggu proses pemeriksaan kepolisian.
Korlantas Polri menegaskan kabar SIM seumur hidup adalah hoaks. Masa berlaku SIM tetap lima tahun sesuai UU Lalu Lintas.
KRL INKA rangkaian kedelapan ditargetkan beroperasi 1 Desember 2026 setelah menjalani pengujian akhir pada 11 November.