Bupati Benarkan Adik Prabowo Kelola Lahan 50.000 Ha di Penajam Paser Utara

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud didampingi sejumlah jajarannya, saat temu media di Hotel Tara, Kamis (29/8/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
30 Agustus 2019 07:37 WIB Newswire Jogja Share :


Harianjogja.com, JOGJA- Menjadi salah satu lokasi tujuan pemindahan Ibu Kota RI, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim) kini terus disorot.

Bupati Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud menyatakan Hashim Djojohadikusumo memiliki hak kelola lahan di kawasan ibukota baru yang berada di kabupaten tersebut.

Tercatat, adik Prabowo Subianto itu mengelola lebih dari 50 ribu hektare lahan hutan produksi yang berstatus Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

"Jadi di sana itu dia [Hashim] bergrup, bukan perorangan. Banyak sekali memang di sana HPH. Jadi tanaman industri di sana banyak. Memang diluar hutan lindung," papar Abdul di Hotel Tara Jogja, pada Kamis (29/8/2019).

Menurut Abdul, lahan tersebut dikelola Arsari Group yang dimiliki Hashim dengan mengambilalih dari perusahaan asal Amerika Serikat (AS). Selain Arsari Group, sejumlah perusahaan lain juga mengelola lahan di kabupaten tersebut.

Namun dengan adanya kebijakan baru pembangunan ibukota di Penajam Paser Utara, pihaknya yakin perusahaan-perusahaan swasta itu memahami aturan yang berlaku. Bahkan mereka diyakini memahami Undang-undang Pertanahan.

"Kita mengetahui bangsa ini juga mempunyai aturan-aturan hukum yang berlaku. Tinggal tunggu kedua belah pihak dari pemerintah dan Bapak Hashim," tandasnya.

Berdasarkan informasi dari pusat, pembangunan ibukota pemerintahan dilakukan pada 2020 mendatang. Semua pihak di kabupaten tersebut mensyukuri adanya kebijakan baru tersebut.

"Pembangunan ibukota baru ini sebagai lambang negara, dimana negara ingin membangun peradaban, infrastruktur yang baik," jelasnya.

Sumber : Suara.com