Pemerintah Diminta Banyak Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih

Sutiyem, mengambil air dari lubang yang dibuat di Telaga Banteng, Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Selasa (31/7/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
18 September 2019 23:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY berharap pemerintah daerah memperbanyak pembuatan sumur bor di lokasi bencana kekeringan untuk mengatasi krisis air bersih selama kemarau.

Langkah tersebut mencuat dari hasil rapat koordinasi (rakor) penanganan kekeringan yang melibatkan BPBD se-DIY. Salah satu poin menyebutkan, pembuatan sumur bor diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih bagi warga yang selama ini berada di wilayah kekeringan hidrologis. "Dengan pendayagunaan air tanah tersebut, maka kebutuhan air bersih ke depan diharapkan tidak lagi melalui dropping air," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, Rabu (18/9).

BPBD Gunungkidul, katanya, akan mencari titik air dan melaksanakan pengeboran sumur dalam dengan pompanisasi maupun dengan gravitasi dan sumur artesis. Begitu juga dengan BPBD Kulonprogo yang merencanakan pengeboran sumur air dalam yang menyimpang air dalam jumlah besar. "Pemkab Sleman juga mencari dan membuat sumur bor di Prambanan untuk mencukupi kebutuhan air bersih saat musim kemarau hari panjang tanpa hujan. Kalau BPBD Bantul akan meminta bantuan ke BNPB dalam mengatasi kekeringan di wilayahnya," kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) DIY, Hananto, menyampaikan upaya penanganan masalah kekeringan terus dilakukan oleh Pemda DIY. Hingga akhir 2018 jumlah sumur bor yang dibangun sebanyak 175 sumur bor. Rincian 100 unit dibangun oleh Kementerian ESDM dan 75 unit dibangun oleh Pemda DIY. "Pembuatan sumur bor ini untuk mengurangi jumlah dusun yang mengalami sulit air, termasuk untuk kegiatan perlindungan dan pelestarian air tanah," katanya. (Abdul Hamid Razak)