KPK Dalami Peran Pejabat Pemkot Jogja di Kasus Suap Lelang Proyek Drainase

Pengendara motor melintas di dekat lubang proyek Saluran Air Hujan yang mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (28/8/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
20 September 2019 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara ihwal nasib sejumlah pejabat Pemkot Jogja yang tersenggol kasus dugaan suap lelang proyek saluran air hujan di Jalan Soepomo, Jogja.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menghadiri kegiatan di Kantor Kepatihan, Rabu (4/9/2019) lalu mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk mendalami peran jaksa dan pengusaha termasuk ASN yakni pejabat Pemkot Jogja yang terlibat dalam kasus tersebut. Hanya saja, Saut enggan mengomentari kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

KPK akan mengekspos nama-nama baru jika benar-benar terbukti terlibat berdasarkan bukti penyelidikan. Masyarakat diharapkan bersabar dan menunggu hasil ekspose yang dilakukan oleh KPK.

"Jadi kami masih melakukan proses pengembangan dan penyelidikan terkait OTT di Jogja beberapa waktu lalu," kata Saut, Rabu.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait proyek saluran air hujan atau drainase di Jalan Soepomo pada Agustus lalu di Solo, Jawa Tengah. Dalam OTT tersebut, dua jaksa dan satu pengusaha ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua ASN Pemkot Jogja sempat dibawa ke Jakarta dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Setelah penetapan status tersangka, pada 22 Agustus KPK menggeledah ruang bidang Sumber Daya Alam I Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (SDA I DPUPKP) dan ruang Badan Layanan Pengadaan (BLP) Setda Kota Jogja. KPK bahkan menyita sejumlah dokumen dan uang dari salah seorang rumah ASN sebesar Rp130 juta.