Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Harianjogja.com, JOGJA-- Sebanyak 31 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) belajar tentang jurnalisme media massa di Harian Jogja, Sabtu (5/10/2019).
Mereka merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas yang tergabung dalam UKM pers kampus "Bestari". Rombongan yang dipimpin oleh Wapimred Bestari itu diterima oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.
Dalam kesempatan tersebut, Anton memaparkan tentang jurnalisme pada mahasiswa untuk membekali mereka agar memraktekkan jurnalisme secara profesional. Selain itu, ia juga menjelaskan di tengah perkembangan industri media yang menuntut perusahaan media untuk terus berinovasi.
"Industri media terus bersaing. Harian Jogja terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan berbagai platform untuk menyajikan berita bagi pembaca, dari awalnya media cetak, kemudian berkembang dengan media online dan radio," jelasnya.
Pemaparan tersebut menarik perhatian para mahasiswa, terbukti dari sejumlah mahasiswa yang menyampaikan pertanyaan terkait praktek jurnalisme maupun industri media.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.