MUI Kumpulkan 80 Tokoh Agama

Ilustrasi Pilkada
16 Oktober 2019 07:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 80 tokoh agama dan pimpinan lembaga keagamaan se-Kabupaten Sleman dikumpulkan dalam seminar bertajuk Pancasila sebagai Perekat Kerukunan Umat. Dalam seminar yang digelar di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman tersebut, persepsi para tokoh agama dan pimpinan lembaga keagamaan disamakan demi terciptanya kerukunan masyarakat.

Sekretaris Umum MUI Sleman Arif Mahfud mengatakan harus ada persamaan persepsi antar pemangku kepentingan agar kerukunan umat di masyarakat dapat terwujud. “Ini sesuai dengan intruksi Bupati Sleman untuk menciptakan kondisi yang harmonis. Maka salah satu peran MUI adalah mengumpulkan tokoh-tokoh agama," ujar Arif, Selasa (15/10/2019).

Dengan diselenggarakannya seminar tersebut, dia berharap seluruh komponen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat, dapat menjadi pelopor terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam pidatonya mengatakan bahwa masyarakat yang kurang memahami nilai-nilai Pancasila akan cenderung bersikap individualistis. Selain itu kurangnya pengetahuan tentang Pancasila juga dapat membuat masyarakat kehilangan pegangan di tengah arus informasi global yang begitu deras. “Pancasila harus terus menjadi a living ideology dalam menjawab tantangan masa depan," kata dia.

Dia menyebutkan Pancasila dapat menangkal ancaman radikalisme dan ekstremisme. Oleh sebab itu, dengan adanya seminar ini diharapkan para tokoh masyarakat dapat mengedukasi masyarakat agar semakin mencintai Pancasila sebagai ideolagi Negara. “Terlebih di Sleman ini ada sekitar 25 persen yang tidak ber-KTP Sleman. Ini juga tanggung jawab bersama," ucap Wakil Bupati.