Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
udarwandi, pria yang mengaku menangkap tuyul saat ditemui di rumahnya di Dusun Temu, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (23/11/2019).-iNews/Kismaya Wibowo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Aneh tapi nyatam seekor tuyul dikabarkan ditangkap warga Gunungkidul.
Kabar penangkapan tuyul oleh Yudarwandi, pemuda Dusun Temu, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, membuat penasaran banyak orang.
Mereka pun berbondong-bondong mendatangi rumah Yudarwandi untuk melihat makhluk halus yang biasa untuk pesugihan karena suka mencuri uang. Saat ini, tuyul tersebut dimasukkan ke dalam toples.
Yudarwandi mengaku, sejak kecil suka dengan hal-hal gaib. Dia kemudian diwarisi ilmu gaib dan rajah atau azimat oleh guru spiritualnya berupa rajah syir.
“Saya sejak kecil memang suka hal-hal yang spiritual. Saya lalu dikasih mbah (guru spiritual) saya, yaitu rajah asma syir namanya. Kalau kamu mengamalkan ini dan rajahnya ini, terus tarik napas insyaallah akan selamat,” tutur Yudarwandi, Sabtu (23/11/2019), dilansir dari iNews.id-jaringan Harianjogja.com.
Dia mengaku menangkap tuyul tersebut menggunakan rajah yang diberikan guru spiritualnya. “Saya masukin ke rajah terus badannya makin kecil, makin kecil jadi seperti ini. Jadi di dalamnya ada rajah. Saya masukin ke toples berisi air,” katanya.
Yudarwandi menuturkan, penangkapan tuyul bermula saat dirinya pulang dari pengajian pada Jumat (22/11/2019) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat hendak masuk rumah, dia melihat ada sesosok bocah sambil memangku tangan ke belakang di atas rumah.
“Sosok anak kecil ini di atap rumah orang. Saya langsung turun dari sepeda motor. Saya ikutin petunjuk dari mbah saya dulu, saya kunci dulu (dengan rajah),” kata Yudarwandi.
Setelah itu, sosok tersebut tiba-tiba melompat ke kawasan kuburan hingga akhirnya berhasil ditangkap oleh Yudarwandi.
“Saya putar balik motor saya ke arah kuburan, benar di situ ada tuyul sudah kelimpungan. Di situ terjadi proses penarikan kembali. Saya sempat merasa didorong sesuatu dari belakang karena itu di kuburan angker. Saya kejar, akhirnya saya empaskan ke tanah, jadinya seperti ini,” katanya.
Aksi Yudarwandi yang mengaku berhasil menangkap tuyul, langsung viral di media sosial. Pascaviralnya kabar penangkapan makhluk halus tersebut, sudah lebih dari 200 warga yang mendatangi rumah Yudarwandi untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Warga yang datang tak hanya dari Desa Pulutan saja, melainkan warga dari desa lain di sekitarnya. “Banyak warga yang ramai, bahkan dari luar Desa Pulutan karena penasaran mau melihat tuyulnya,” ujarnya.
Rencananya tuyul tersebut akan dibuang ke laut agar tidak kembali meresahkan warga. “Rencananya akan saya larung ke Pantai Langgeran, ke tempat asalnya,” kata Yudarwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa
Schneider Electric mengakuisisi PTC senilai Rp404 triliun untuk memperkuat bisnis software dan infrastruktur data center AI.