Jelang Perayaan Natal, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Pembeli memilih bawang putih di salah satu kios sembako di Pasar Argosari, Wonosari, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
16 Desember 2019 19:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mengklaim harga kebutuhan pokok relatif stabil menjelang perayaan Natal. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan secara berkala oleh tim dari Disperindag.

Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, mengatakan untuk harga-harga kebutuhan pokok di Gunungkidul masih relatif stabil. Sebagai contoh untuk beras jenis IR2 masih tetap sama dengan harga di awal Desember yang dipasarkan dengan harga Rp10.100 per kilogram. Gula pasir dijual Rp12.500 per kilogram; minyak goreng kemasan Rp12.200 per liter dan telur Rp24.000 per kilogram. “Masih stabil dan belum ada perubahan harga yang signifikan,” katanya saat ditemui Senin (16/12/2019).

Menurut dia, kenaikan harga yang menonjol terjadi pada komoditas bawang merah. Di akhir November, komoditas ini dijual Rp25.000 per kilogram. Namun saat ini ada kenaikan sebesar Rp5.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Disinggung mengenai penyebab kenaikan, mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul ini belum bisa memastikan. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa kenaikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan di pasaran. Pada saat stok minim dan permintaan tinggi, maka harga jual bakal naik. “Meski ada kenaikan, harga bawang merah masih dalam tingkat wajar dan belum terlalu tinggi,” katanya.

Disperindag, menurut Virgilio, terus memantau harga-harga di pasaran. Selain untuk mengetahui kondisi terkini di pasaran, pemantauan juga bermanfaat untuk melihat stok kebutuhan pokok di pasaran. “Pemantauan merupakan kegiatan rutin dan untuk sekarang harga-harga masih stabil,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengaku sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus memantau harga kebutuhan pokok di lapangan khususnya menjelang perayaan Natal. Menurut dia, pemantauan bertujuan melihat stok di pasaran sehingga diketahui apakah ada kenaikan harga atau tidak.

Menurut Badingah, ada beberapa komoditas yang dipantau selain barang-barang kebutuhan pokok yakni elpiji terutama tabung ukuran tiga kilogram. Badingah menuturkan ketersediaan elpiji di pasaran harus dipastikan sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar untuk memasak ini. “Jangan sampai ada gejolak sehingga ketersediaan harus dipastikan sehingga aman di pasaran,” katanya.