Mitra Paramedika Gelar Cek Kesehatan Gratis

Sejumlah lansia mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar RSU Mitra Paramedika di Masjid Jamiatul Ummah, Selomartani, Kecamatan Kalasan, Sabtu (18/1/2020) malam. - Istimewa/RSU Paramedika
19 Januari 2020 19:37 WIB Arief Junianto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Paramedika memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Demangan, Desa Selomartani, Kalasan, Sabtu (18/1/2020) malam. Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan di Masjid Jamiatul Ummah wilayah setempat.

Direktur RSU Mitra Paramedika Ichsan Priyotomo mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Selain pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dokter gratis, pihak RS bersama UAD juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Upaya tersebut dilakukan lewat seminar bertema Higienis Sanitasi Makanan dan Minuman Skala Rumah Tangga untuk Mendukung Desa Sehat. "Kegiatan ini hasil inspirasi warga setempat. Kerja sama dengan UAD berupa penyuluhan kesehatan ini kami harapkan bisa bermanfaat dan bernilai ibadah," ujar Ichsan melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (19/1/2020).

Diakui Ichsan, warga yang didominasi kalangan lansia antusias mengikuti pemeriksaan layanan kesehatan gratis tersebut. Mayoritas di antaranya adalah kaum lanjut usia. Beberapa di antaranya anak-anak dan para remaja yang memeriksakan kesehatan gigi dan mulut.

Ichsan mengatakan, berdasarkan hasil cek yang dilakukan rata-rata keluhan warga adalah hipertensi. Hanya saja banyak yang tidak merasakan keluhan meski tekanan darahnya melebihi batas normal.

"Ada beberapa yang kami rekomendasikan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat, bisa Puskesmas atau Faskes pertama berdasarkan jaminan kesehatan yang dimilikinya," kata Ichsan.

Dia mengimbau agar warga tidak menyepelekan hipertensi yang dideritanya meski terkadang tidak memunculkan rasa sakit. Apalagi, jelas dia, keluhan tekanan darah tinggi itu dikover jaminan kesehatan sampai seumur hidup. "Obatnya tidak bayar, periksanya juga tidak bayar. Jadi manfaatkan kartu JKN itu untuk periksa. Jangan menunggu keluhan bertambah parah baru diperiksakan," ujar dia.

Kepala Dusun Demangan Jumari memberikan apresiasinya atas kepedulian rumah sakit bersama UAD yang datang ke kampungnya. "Kami sangat terbantu karena warga di sini banyak yang sudah sepuh. Mereka juga sangat minim pengetahuan soal pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan," ujar dia.