Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY, R. Bagus Suryanto (dua kiri) dan Public Relations ACT DIY Nasrudin (kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak Harian Jogja, Kamis (23/1/2020)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui penyaluran bantuan, salah satunya saat terjadi bencana alam. Lembaga kemanusiaan nonprofit yang tersebar di hampir 100 titik di Indonesia ini selalu mengutamakan aksi dan kecepatan saat di lapangan dibandingkan penggalangan dana.
"Yang penting kita aksi dulu ke lokasi, nanti penggalangan dana pasti akan mengikuti. Kita utamakan masalah nyawa dulu, ya meski untuk persiapan dana kita juga sudah lakukan," kata Kepala Cabang ACT DIY, R. Bagus Suryanto saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Kamis (23/1/2020).
ACT juga mengutamakan kecepatan dalam menyalurkan bantuan. "Paling tidak dua jam setelah bencana kita harus sudah ada di lokasi," tuturnya.
Menurut Bagus, dengan mengutamakan aksi dan kecepatan, masyarakat dengan sendirinya akan menilai lembaga kemanusiaan mana yang terpercaya. Hal itu diyakini akan menjadi pertimbangan bagi para donatur dalam memilih lembaga untuk mendonasikan dananya.
Transparansi dalam menyampaikan laporan donasi juga menjadi hal utama yang selalu dilakukan ACT. Laporan dana tahunan kepada para donatur dan juga pemberitaan kegiatan penyaluran bantuan melalui media massa, menjadi bentuk pertanggungjawaban ACT kepada para donatur.
"Itu yang membuat mereka [donatur] percaya sehingga memunculkan repeat donasi," katanya.
ACT berupaya hadir di tengah masyarakat. Di Gunungkidul, ACT hadir melalui program sumur wakaf. Sumur-sumur tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.
Selain itu, ACT juga tak pernah berhenti menyalurkan air bersih melalui program droping air. Hingga saat ini, ACT sudah menyalurkan 2,3 juta liter. "Kami hadir di semua kabupaten di DIY, tapi fokus kami memang Gunungkidul karena di sana sulit air," kata Bagus.
Dalam menyalurkan bantuan, ACT memang memprioritaskan pada daerah pelosok yang jarang tersentuh bantuan. Hal ini mengingat sudah banyak lembaga kemanusiaan yang bergerak memberikan bantuan terlebih saat bencana alam melanda.
Dalam penanganan bencana alam, ACT memiliki perlengkapan untuk penyelamatan korban, seperti perahu karet. Tim penyelamat ACT juga berlisensi karena sudah dilatih oleh TNI dan Basarnas. "Relawan kami di DIY ada 700. Dokter ada, tapi paling banyak mahasiswa," katanya.
Sejauh ini, hubungan ACT dengan TNI terjalin sangat baik. Saat terjadi konflik Natuna belum lama ini, ACT hadir untuk memberikan bantuan pangan pada anggota TNI yang bertugas menjaga daerah tersebut dari nelayan China.
Pemberdayaan Masyarakat
Selain menyalurkan bantuan, ACT juga melakukan perberdayaan masyarakat seperti melalui kegiatan pertanian. Di Blora misalnya, ACT menyewa lahan, menyediakan bibit tanaman dan pupuk, dan meminta petani untuk mengolahnya. Saat musim panen tiba, ACT akan membeli hasil pertanian tersebut untuk didonasikan kepada pihak yang membutuhkan.
"Beras petani di Blora itu kan bagus. Kami beli dan kami kirimkan ke Palestina," tambah Nasrudin selaku Public Relations ACT Cabang DIY yang juga turut serta dalam kunjungan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.