4.500 Pelari Ramaikan Erafone Run 2026, Nikmati Sensasi Lari di Kaki Merapi
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,
Salah satu kegiatan droping air bersih ACT di DIY/Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah daerah di DIY, Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menggalakkan program droping air bersih secara intensif. Sampai dengan pekan terakhir September 2019, ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak satu juta liter.
“Berkat ikhtiar kita semua yang tentunya dibantu oleh para relawan MRI, akhirnya pekan ini ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak satu juta liter,” ujar Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY, Selasa (24/9/2019).
Selama ini droping air bersih di fokuskan untuk Wilayah Gunungkidul, hal ini dikarenakan Gunungkidul menjadi wilayah terdampak paling parah, setidaknya 14 dari 18 Kecamatan mengalami kekeringan atau sebanyak 134 ribu jiwa tengah terdampak kekeringan.
Meskipun begitu lanjut Bagus, wilayah lain juga mendapat droping air bersih walaupun porsinya lebih sedkit seperti di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul serta beberapa kecamatan di Kabupaten Kulonprogo yang juga mengalami kekeringan.
Sementara itu Ketua Bidang Implementasi Program ACT, Kharis Pradana, menambahkan walaupun droping air bersih sudah mencapai 1 juta liter, ini tidak berarti program droping air bersih lantas dihentikan, “Insyaallah program ini akan terus dilanjutkan hingga musim kemarau berakhir, dengan rata-rata 24 tangki per minggu,” terangnya.
Untuk hari ini (24/9/2019), droping air bersih akan dilakukan di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, dengan total 16.000 liter atau empat tangki, karena menurut data dari BMKG DIY, Bantul merupakan wilayah yang tidak mengalami hujan paling lama yaitu lebih dari 90 hari tidak turun hujan.
Selain program droping air, pembangunan sumur wakaf turut menjadi prioritas ACT DIY untuk mengentaskan permasalahan kekeringan di sejumlah wilayah di Yogyakarta. “saat ini sudah ada 20 sumur wakaf yang dibangun, dua titik di Kota dan Bantul, dan 18 titik dibangun di Gunungkidul, sumur wakaf ke-20 dibangun di Desa Playen, Kecamatan Playen, Gunungkidul yang pembangunannya selesai pekan ini,” lanjut Kharis.
Mengingat dampak kekeringan yang semakin meluas serta prediksi BMKG untuk wilayah DIY terutama Gunungkidul baru akan memasuki musim penghujan di bulan November mendatang, ACT mengajak para dermawan untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan terbaik untuk saudara-saudara terdampak kekeringan melalui bit.ly/DermawanBerbagi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.