Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Kondisi lalu lintas di underpass YIA pada hari keempat uji coba, Senin (27/1/2020)./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO--Underpass terpanjang di Indonesia Yogyakarta International Airport (YIA) dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
DPRD Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan rapat koordinasi membahas keluhan masyarakat di sekitar jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta sisi barat, tepatnya arah menuju jalan Palihan-Mlangsen yang berpotensi terjadi kecelakaan.
Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati, di Kulonprogo, Selasa (28/1/2020), mengatakan rencana pengoperasian jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sudah dikoordinasikan, tapi berdasarkan keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), masih dilakukan uji coba.
"Saya mengecek di lapangan, tepatnya di jalan sisi barat arah Palihan-Mlangsen sebelum ada jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta sudah ramai, dan sebentar lagi akan dibangun dengan APBD 2020. Saat ini kondisi jalan sangat ramai dan membutuhkan rekayasa lalu lintas di sini," kata Akhid.
Ia mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut, hal utama yang segera dilakukan adalah koordinasi lintas sektoral, baik Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Dishub DIY, Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY Kementerian PUPR dan Polres Kulonprogo.
"Kalau dalam waktu dekat belum ada rekayasa secara infrastruktur perlu dijaga keamanan warga di Desa Palihan dengan menempatkan personel dari Dishub atau kepolisian," katanya.
Kepala DPUPKP Kulonprogo Gusdi Hartono, mengatakan jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta masih uji coba, dan masih menunggu evaluasi apakah bisa lanjut digunakan atau tidak. Selain itu masih ada kekurangan yang perlu ditambah.
"Hal yang terpenting bagi pemerintah kabupaten, yakni uji coba pengoperasian jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta tidak memakan korban. Untuk itu, kami harus berhati-hati mengawal ini supaya tidak memakan korban," katanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY Kementerian PUPR Syidik Hidayat mengungkapkan pihaknya menerima segala saran yang masuk terkait dengan uji coba jalan bawah tanah Bandara Internasional Yogyakarta selama beberapa hari ini.
"Kami tidak mempermasalahkan jika ada beberapa catatan dari instansi terkait karena saat ini masih masa uji coba dan masih bisa dilakukan peningkatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Evaluasi Program MBG fokus pada insentif SPPG, kualitas makanan, dan perluasan penerima hingga wilayah 3T.
BPJS Kesehatan tunggu pencairan Rp20 triliun untuk jaga JKN, tanpa intervensi diprediksi bertahan hingga 2027.
Sleman memperkuat sektor pariwisata MICE dengan menggandeng 95 buyer nasional dalam business matching di Jakarta.
Satu hakim menyatakan Nadiem tak terbukti korupsi Chromebook, namun tetap divonis 10 tahun penjara oleh mayoritas.