Warga Condongcatur Ikuti Sosialisasi Pembangunan Jalan Tol

Ratusan warga Desa Condongcatur Kecamatan Depok Sleman mengikuti sosialisasi rencana pembangunan jalan tol, Selasa (4/2/2020) malam. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
05 Februari 2020 11:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Ratusan warga Desa Condongcatur Kecamatan Depok Sleman mengikuti sosialisasi rencana pembangunan jalan tol, Selasa (4/2/2020) malam. Total bidang yang rencana terkena pembangunan sebanyak 214 bidang dengan luas sekitar 119.324 meter persegi.

Jumlah bidang yang akan terkena proyek jalan tol tersebut, kata Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji dimungkinkan bertambah. Pasalnya, kata Reno, beberapa irisan bidang terdampak belum terdata dalam undangan sosialisasi.

"Soalnya ada beberapa bidang yang terselip yang baru ditemukan. Tetapi untuk kepastian bidang yang terdampak kami masih menunggu saat pengukuran," katanya kepada Harian Jogja, Selasa kemarin.

Menurut Reno, jalan tol yang melintasi wilayah Condongcatur terbentang dari sisi Timur dekat Polsek Depok Timur Sleman hingga Hotel Lafayette Boutique. Panjang jalan tol yang masuk wilayah Condongcatur sekitar 3 km. Mayoritas bidang terdampak adalah tanah pribadi dan digunakan untuk ruang usaha dan jasa.

"Selama ini masih belum ada gejolak di masyarakat. Salah satu yang banyak dipertanyakan oleh masalah besaran biaya ganti ruginya," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan lebar jalan at grade yang terdampak antara 60 hingga 100 meter. Adapun yang elevated sekitar 40 meter. "Dari jalur lambat masuk sekitar 10 meter lahan yang terkena. Bisa juga yang terkena 20-30 meter tergantung dari kebutuhan jalan tol," katanya.

Di sepanjang Condongcatur tersebut terdapat on off di persimpangan UPN. Jarak antara on off UPN dengan on off Monjali sekitar 2,8 km. "Untuk jalan di Condongcatur dibangun secara elevated [melayang]," katanya.

Totok berharap agar warga tidak perlu khawatir dengan skema ganti untung yang akan dilakukan oleh tim appraisal. Dia mengatakan jika lahan yang terkena jalan tol berupa ruang usaha, maka tim appraisal akan menaksir (nilai) berbeda dengan yang bukan usaha (rumah tinggal). "Itu yang akan dilakukan oleh tim appraisal," katanya.

Supriyadi warga Gejayan Condongcatur Berharap agar besaran ganti untung yang dijanjikan benar-benar direalisasikan nanti. Sebab warga terdampak tentu sudah kehilangan lahannya. "Kalau yang hanya sebagian terkena sebaiknya dibeli semua," katanya.