Ini Daftar Lengkap Jalur Tol Jogja yang Melayang dan At Grade

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
13 Januari 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Rencana pembangunan tol Jogja kian dimatangkan. Pemerintah sudah memastikan titik-titik jalur tol yang melayang maupun at grade.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi menjelaskan jalan tol mulai dari Tamanmartani Kalasan hingga Bokoharjo Prambanan dibangun di atas tanah (at grade).

"Yang elevated hanya dari simpang susun ke ring road. Dibangun di atas selokan Mataram dan di atas Ring Road," katanya saat sosialisasi jalan tol di Balai Desa Purwomartani, Kalasan, Senin (13/1/2020).

Secara teknis, dia menjelaskan, jalan bebas hambatan dari Tamanmartani melalui Selomartani, Purwomartani hingga Tirtomartani Kalasan, dibangun at grade. Pada titik-titik tertentu akan dibangun box culvert (sejenis terowongan) di bawah jalan tol yang berfungsi sebagai jalan lintas bagi antar warga.

Jalan tol (at grade) kemudian naik menuju simpang susun di daerah Purwomartani. Satu simpang menuju Selokan Mataram, simpang lainnya menyambung ke Tirtomartani (Barat RS Pantirini). Di lokasi ini dibangun exit tol sebagai akses jalan nasional (Jogja-Solo).

"Di atas jalan Nasional akan dibangun jembatan tol yang menghubungkan Tirtomartani-Bokoharjo. Jalan tol kembali dibangun (at grade) hingga exit tol di persimpangan tiga Bokohajo. Nanti juga ada beberapa box culvert di Bokoharjo," paparnya.

Pada simpang susun (junction) di Purwomartani, lanjutnya pembangunan tol di atas selokan Mataram dibuat elevated. Tol dibangun di atas selokan Mataram, menuju sebelah Utara Lottemart. Sebelum menuju Ring Road di bangun on-off untuk akses jalan sekitar. Di atas Ring Road, tol dibangun elevated ke arah Barat, dilengkapi on off UPN Veteran.

"Jalan tol dibangun di atas underpass Kentungan menuju simpang empat Monjali. Sebelum simpang empat monjali, jalan tol dari elevated mulai at grade," paparnya.

Disinggung soal redesign di persimpangan Monjali, dia mengaku sampai saat ini belum menerima desain terbaru dari Pusat. "Pembahasan jalan tol perubahan desain untuk persimpangan Monjali masih belum selesai dibahas. Kami belum mendapatkan desain terbarunya. Kemungkinan nanti saat sosialisasi di Sariharjo, Ngaglik," katanya.

Warga Purwomartani, Kalasan, mulai mendapatkan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol. Di desa ini, kebutuhan lahan jalan tol sekitar 44 hektare dengan 639 bidang tanah. Luasnya tanah yang dibutuhkan karena di lokasi ini akan dibangun simpang susun (junction).

"Karena banyaknya warga yang terdampak, maka sosialisasi kami bagi tiga tahap. Mulai hari ini (kemarin), besok (hari ini) dan lusa (Rabu mendatang," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno.