Ini Gambaran Lengkap Tol Jogja-Solo yang Melewati Sleman

Ilustrasi junction tol. - Antara/Hafiyan Perdana Putra
18 November 2019 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com,  SLEMAN—Sosialisasi proyek tol Solo-Jogja-Bawen kepada warga terdampak akan digelar mulai Desember nanti hingga Februari tahun depan.

Sosialisasi akan dimulai untuk tol Jogja-Solo, dilanjutkan Jogja-Bawen. Proses pembangunan jalan tol untuk ruas Jogja-Solo dimulai dari Desa Tamanmartani, Kalasan. Wilayah ini menjadi kelanjutan jalan tol Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah. Dari Tamanmartani, jalan tol menuju simpang susun (junction) di Purwomartani, Kalasan.

Dari junction ini, satu simpang akan menuju Bokoharjo, Prambanan atau ruas jalan Prambanan-Piyungan. Sementara simpang lainnya secara melayang menyusuri selokan Mataram. Jalur jalan tol kemudian berbelok menuju ke utara Lottemart hingga pojok timur jalan Ring Road Utara.

Dari sini, jalan tol melayang di atas kanan dan kiri Ring Road. Di Maguwoharjo, jalan tol ini akan dilengkapi dengan on off atau pintu masuk dan keluar tol yang lebih kecil daripada exit toll. Fasilitas on off juga disiapkan di dekat kampus UPN Veteran Jogja. On off jalan tol juga dibangun di antara Jl. Kaliurang dan Jl. Palagan, tepatnya di sisi Timur Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Tol layang terus menuju barat di atas Ring Road sejajar dengan Fly Over Jombor hingga pojok Ring Road sisi barat. Sebelum itu, fasilitas on off disediakan di wilayah Trihanggo, tepatnya depan kampus UTY.

On off dibangun dengan gerbang masuk dan keluar tol, tetapi bukan exit toll. Lahannya tidak luas. Ini seperti yang ada di Jakarta,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Totok Wijayanto.

Setelah itu, jalan tol untuk Jogja-Solo ruas ini berakhir di wilayah Tirtoadi. Di wilayah ini, akan dibangun junction kedua yang menghubungkan ruas tol Jogja-Bawen dan juga Jogja-Kulonprogo.

“Kami sengaja tidak membangun rest area di dalam tol. Kalau ini dibangun, maka orang tidak akan masuk ke Jogja,” katanya.

Lahan seluas 1.744.068 meter persegi atau sebanyak 2.506 bidang akan dibebaskan untuk pembangunan jalan tol yang melewati DIY.

“Adapun estimasi total investasi untuk ganti rugi lahan dipekirakan Rp5 triliun. Pembebasan lahan ini kami selesaikan selama 2020. Untuk konstruksi dimulai pada 2021 dengan target operasional pada 2024. Nilai investasi sebesar Rp 25 triliun, ini khusus untuk tol Jogja-Solo,” katanya.