Sosialisasi Tol Jogja-Solo Dimulai Desember, Warga Diberi Undangan Khusus

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
18 November 2019 18:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sosialisasi proyek tol Solo-Jogja akan digelar mulai Desember mendatang. Warga terdampak akan mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti sosialisasi.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol akan dilakukan bertahap, dimulai dari sisi paling timur Sleman. Tim akan memulai sosialisasi kepada warga dari Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, kemudian ke Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani, dan Purwomartani, Kecamatan Kalasan.

Sosialisasi berlangsung hingga Januari 2020.

“Data-data warga terdampak sudah ada di desa. Mereka akan mendapatkan undangan untuk mengikuti sosialisasi,” katanya saat sosialisasi rencana pembangunan jalan tol di Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Sleman, Senin (18/11/2019).

Rata-rata sosialisasi digelar antara dua hingga tiga kali, tergantung luas lahan terdampak pembangunan. Tim memberikan waktu sosialisasi hingga enam kali pertemuan di wilayah dengan lahan terdampak yang luas. “Misalnya untuk Purwomartani, di situ akan ada junction [simpang susun], luas lahan terdampak sekitar 44 hektare, butuh sosialisasi lebih banyak. Tirtoadi, Mlati, sosialisasi lima kali juga karena ada junction,” ujarnya.

Setelah sosialisasi proyek tol Jogja-Solo rampung, tim akan menyosialisasikan proyek Jogja-Bawen mulai Januari hingga Februari 2020 kepada warga terdampak. “Untuk sosialisasi jalan tol Jogja-Bawen kepada perangkat di wilayah, baik kecamatan maupun desa akan kami gelar pekan depan,” katanya.

Menurut Krido, masing masing kepala desa menjadi penanggungjawab sosialisasi kepada warganya. Mereka juga menjadi bagian dari tim persiapan pembangunan jalan tol yang dibentuk oleh Pemda DIY. “Warga terdampak akan diberikan sosialisasi untuk mendukung program strategis nasional. Dokumen by name by address warga terdampak menjadi tanggung jawab kepala desa,” katanya.

Krido mengatakan trase (sumbu jalan) tol yang disosialisasikan kepada warga akan menjadi dasar penerbitan izin penetapan lokasi (IPL). Dia berharap proses sosialisasi bisa berjalan sesuai target dan jadwal.