PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 7.993 siswa tingkat SMP di Gunungkidul dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026. Ujian yang menjadi bagian dari pengukuran capaian akademik siswa secara nasional tersebut akan digelar untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Dinas Pendidikan Gunungkidul menetapkan pelaksanaan TKA tingkat SMP berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan pelaksanaan untuk tingkat SD dijadwalkan pada 20–30 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pelaksanaan ujian TKA memang akan dimulai bulan depan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, jumlah peserta untuk jenjang SMP tercatat mencapai 7.993 siswa yang seluruhnya berasal dari kelas IX di berbagai sekolah di Gunungkidul. “Semua siswa kelas IX dipastikan ikut di ujian TKA,” kata Nunuk, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut pelaksanaan TKA perdana tersebut. Selain proses pendataan peserta yang telah rampung, para siswa juga sudah menjalani berbagai latihan, termasuk tryout, guna mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Secara konsep, penyelenggaraan TKA memiliki kemiripan dengan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang terakhir dilaksanakan pada 2025. Namun, tes ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa, melainkan berfungsi sebagai salah satu syarat dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurut dia, hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan, terutama bagi siswa yang ingin masuk melalui jalur prestasi.
“Jadi TKA bukan untuk menentukan kelulusan. Tapi, sebagai asesmen standarisasi nasional untuk mengukur capaian akademik para siswa,” katanya.
Persiapan serupa juga dilakukan oleh sejumlah sekolah di Gunungkidul, salah satunya di SMP Negeri 2 Wonosari. Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah menjelang pelaksanaan ujian pada awal April mendatang.
Di sekolah tersebut terdapat 210 siswa kelas IX yang seluruhnya dipastikan mengikuti TKA.
Menurut dia, persiapan tidak hanya dilakukan melalui penguatan materi pelajaran yang akan diujikan, tetapi juga melalui kegiatan tryout untuk melatih kemampuan siswa serta membiasakan mereka dengan pola soal ujian.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah dapat memantau perkembangan kemampuan siswa sekaligus mengukur kesiapan mereka menjelang pelaksanaan TKA. Selain itu, hasil tryout juga menjadi bahan evaluasi bagi para guru untuk melihat efektivitas proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini.
“Untuk mata pelajaran yang diujikan ada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.