92.055 Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, Tepus Wilayah Terparah
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul mulai mempersiapkan pelaksanaan Ibadah Haji 2020. Salah satu persiapan dengan pengecekan kesehatan jemaah calon haji.
Kasi Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris, mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan yakni kesehatan jemaah. “Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul,” kata Zuhdan, Minggu (9/2/2020).
Menurut dia, rekomendasi sangat penting karena faktor yang paling utama keberangkatan jemaah calon haji adalah kesehatan. “Kalau tidak memperoleh rekomendasi maka calon tidak bisa berangkat,” katanya. Pada Rabu (5/2) tim dari Dinkes telah memeriksa kesehatan jemaah calon haji dan memberikan vaksin meningitis. “Kami masih menunggu hasil rekomendasi secara keseluruhan,” katanya.
Dijelaskan Zuhdan, tes kesehatan hanya menjadi salah satu tahapan persiapan. Ada beberapa proses lain mulai dari persiapan fisik, manasik hingga akomodasi berupa paspor dan visa tinggal selama ibadah berlangsung. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan para jamaah bisa menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.