Titik Rawan Klithih di Sleman Akan Dipasang Lampu Penerangan

Ilustrasi Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum - JIBI/Harian Jogja
10 Februari 2020 09:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aksi kejahatan jalanan (klithih) juga menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman. Pasalnya, aksi klithih yang marak terjadi belakangan ini disinyalir terjadi di jalanan dengan minim aspek penerangan. Oleh karena itu, Dishub rencananya akan memasang lampu di jalan yang dinilai masih minim penerangan.

Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan (Kasi PJU Dishub) Sleman Wahyu Estijanto mengatakan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) tersebut sebagai bentuk respons atas maraknya aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Sleman beberapa waktu lalu.

"Lokasi kejadian penyerangan ojek online (ojol) di Jalan Kabupaten juga nantinya akan dipasang PJU. Lampu penerangan di ruas jalan tersebut akan ditambahan di tujuh titik. Untuk titik pemasangannya, mulai dari Kronggahan sampai ke arah selatan," ujar Wahyu, Sabtu (8/2/2020).

Ihwal penambahan lampu penerangan jalan yang dilakukan oleh jajarannya tersebut sebelumnya sudah melalui pemetaan melalui kerawanan wilayah. Namun, masyarakat dipersilahkan untuk melakukan pengajuan apabila di wilayahnya terdapat jalan gelap dan dinilai rawan.

"Kami pasang penerangan jalan umum (PJU) sesuai dengan tingkat kerawanannya. Namun usulan bisa dari siapa saja bahkan langsung dari masyarakat, di Sleman memang masih banyak jalan yang cukup gelap dan tersebar di beberapa titik," jelasnya.

Setidaknya ada 10 titik yang terbagi pada tujuh ruas di Sleman yang terbilang masih minim penerangan. Adapun diantaranya, ruas jalan Depok - Watulangkah, Modinan Tengah, Kenteng, ruas jalan Kadisono - Krandon, Brajan Kidul, Trimulyo, ruas jalan Sembego - Stan, Krikilan, ruas jalan Krapyak - Wonosari, serta ruas jalan Donoharjo - Ngemplak.

Tahun ini, Wahyu menyampaikan pihaknya akan menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pemberian PJU di titik-titik tersebut. Tahun lalu, Dishub menggelontorkan dana sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan penerangan jalan di 189 titik. "Rencannaya akan ada 240 lampu yang dipasang pada tahun ini," tutupnya.

Kasat Reksrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa lokasi jalanan yang sepi dan gelap adalah titik paling rawan terhadap aksi kekerasan jalanan. Khususnya aksi klithih yang dilakukan orang tak dikenal.

"Setiap jalan yang sepi dan tidak ada penerangannya itu rawan aksi kekerasan jalanan, karena tidak ada pengawasan dan gelap. Beberapa kejadian (klithih) biasanya terjadi pada kondisi jalan seperti itu," ungkapnya.

Rudy mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari jalan yang notabene sepi dan minim penerangan jalan. Ia menyarankan agar pengguna jalan menggunakan jalan protokol yang memilki penerangan memadai.