KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JOGJA--Kejahatan jalanan alias klithih yang menyasar driver ojek online menimbulkan kekhawatiran para pengemudi transportasi daring itu.
Komunitas Antar-Ojek Online (Ojol) Yogyakarta mendesak aparat berwenang untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Desakan ini dilakukan karena sudah banyak pengemudi ojol menjadi sasaran aksi kekerasan saat bekerja malam hari.
"Dalam kurun waktu satu pekan ini sudah ada tiga kejadian kekerasan jalanan yang menimpa driver ojek online," kata Ketua Komunitas Antar-Ojek Online Yogyakarta Adi Setyawan di Yogyakarta, Senin (3/2/2020).
Menurut dia, kejadian terbaru menimpa driver ojek online di Kabupaten Kulonprogo yang menyebakan korban terluka parah akibat sabetan pedang pada Sabtu malam (1/2/2020).
"Kejadian di Kulonprogo, korban sampai disabet pedang," katanya.
Dia mengatakan, adanya fenomena kejahatan jalanan atau klithih dikhawatirkan akan timbul lebih banyak korban. Jika pelakunya tidak segera ditangkap.
"Kami minta agar jajaran kepolisian lebih serius dalam penanganan klithih di Yogyakarta. Kami ini kan tidak tahu apa-apa, tiba-tiba jadi korban," ujarnya.
Sebelumnya aksi kejahatan jalanan juga terjadi di wilayah Kabupaten Sleman, yang menimpa seorang driver ojek online di Jalan Kabupaten, Dusun Bragasan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.
Salah satu driver ojek online Andika (30) warga Kabupaten Bantul mengatakan banyaknya aksi kejahatan jalanan ini menjadi ancaman serius bagi sejumlah driver ojol yang sering mengambil orderan hingga malam hari.
"Ini menjadi ancaman bagi keselamatan kami, kami ini kan tidak tahu apa-apa, namun tahu-tahu kena imbasnya. Kalau takut ya jelas, karena kerja juga buat keluarga, dan keluarga menanti di rumah dengan harapan selamat," katanya.
Menurut dia, dirinya yang biasa mulai berangkat bekerja sebagai driver online pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB mengaku sering mengambil orderan hingga malam karena sepi.
"Jumlah driver yang saat ini sudah banyak dan menjamur, sehingga mau tak mau harus \'ngalong\' agar mencapai tutup poin," ucapnya.
Untuk memastikan kondisi pengemudi ojek aman, dia dan rekan lainnya yang tergabung dalam paguyuban ojol AKJG 5 mengaku selalu berkoordinasi saat mengambil orderan.
"Kalau sudah malam hari, kami selalu koordinasi dengan rekan yang lain. Kami manfaatkan sarana aplikasi live lokasi khususnya saat akan melewati daerah yang dikatakan rawan," kata Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.