Pria Asal Boyolali Meninggal Jatuh dari Motor di Flyover Manahan Solo
Pria asal Boyolali meninggal usai terjatuh dari motor di flyover Manahan Solo, diduga kelelahan setelah beraktivitas.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JOGJA--Kejahatan jalanan alias klithih yang menyasar driver ojek online menimbulkan kekhawatiran para pengemudi transportasi daring itu.
Komunitas Antar-Ojek Online (Ojol) Yogyakarta mendesak aparat berwenang untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Desakan ini dilakukan karena sudah banyak pengemudi ojol menjadi sasaran aksi kekerasan saat bekerja malam hari.
"Dalam kurun waktu satu pekan ini sudah ada tiga kejadian kekerasan jalanan yang menimpa driver ojek online," kata Ketua Komunitas Antar-Ojek Online Yogyakarta Adi Setyawan di Yogyakarta, Senin (3/2/2020).
Menurut dia, kejadian terbaru menimpa driver ojek online di Kabupaten Kulonprogo yang menyebakan korban terluka parah akibat sabetan pedang pada Sabtu malam (1/2/2020).
"Kejadian di Kulonprogo, korban sampai disabet pedang," katanya.
Dia mengatakan, adanya fenomena kejahatan jalanan atau klithih dikhawatirkan akan timbul lebih banyak korban. Jika pelakunya tidak segera ditangkap.
"Kami minta agar jajaran kepolisian lebih serius dalam penanganan klithih di Yogyakarta. Kami ini kan tidak tahu apa-apa, tiba-tiba jadi korban," ujarnya.
Sebelumnya aksi kejahatan jalanan juga terjadi di wilayah Kabupaten Sleman, yang menimpa seorang driver ojek online di Jalan Kabupaten, Dusun Bragasan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.
Salah satu driver ojek online Andika (30) warga Kabupaten Bantul mengatakan banyaknya aksi kejahatan jalanan ini menjadi ancaman serius bagi sejumlah driver ojol yang sering mengambil orderan hingga malam hari.
"Ini menjadi ancaman bagi keselamatan kami, kami ini kan tidak tahu apa-apa, namun tahu-tahu kena imbasnya. Kalau takut ya jelas, karena kerja juga buat keluarga, dan keluarga menanti di rumah dengan harapan selamat," katanya.
Menurut dia, dirinya yang biasa mulai berangkat bekerja sebagai driver online pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB mengaku sering mengambil orderan hingga malam karena sepi.
"Jumlah driver yang saat ini sudah banyak dan menjamur, sehingga mau tak mau harus \'ngalong\' agar mencapai tutup poin," ucapnya.
Untuk memastikan kondisi pengemudi ojek aman, dia dan rekan lainnya yang tergabung dalam paguyuban ojol AKJG 5 mengaku selalu berkoordinasi saat mengambil orderan.
"Kalau sudah malam hari, kami selalu koordinasi dengan rekan yang lain. Kami manfaatkan sarana aplikasi live lokasi khususnya saat akan melewati daerah yang dikatakan rawan," kata Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Pria asal Boyolali meninggal usai terjatuh dari motor di flyover Manahan Solo, diduga kelelahan setelah beraktivitas.
Timnas Voli Putri Indonesia kalah 2-3 dari Vietnam di AVC Women's Volleyball Cup 2026. Tambahan satu poin membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan bertahan.
Sebanyak 1.763 keluarga di Gunungkidul menerima BLT Dana Desa 2026 dengan total anggaran Rp3,578 miliar. Penyaluran dilakukan melalui 144 kalurahan.
Toyota mengembangkan transmisi manual untuk mobil listrik dengan pedal kopling dan tuas H-pattern. Sistem bahkan mampu mensimulasikan kondisi mesin mati atau st
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Red Magic 11S Pro+ menjadi smartphone Android terkencang versi AnTuTu Mei 2026 dengan skor 4,17 juta poin. Snapdragon 8 Elite Gen 5 mendominasi daftar 10 besar.