Reformasi Polri Perlu Diperkuat untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul masih mendalami kecelakaan lalu lintas yang menewaskan ayah dan anak di Jalan Samas, di Dusun Tempel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Namun dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kecelakaan tersebut karena korban atau pengemudi sepeda motor menyenggol bagian pikap milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
Kanitlakalantas Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryono mengakui sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut karena minimnya saksi di lokasi kejadian. Namun dari hasil analisa kamera pengintai atau circuit closed television (CCTV), posisi pengendara motor itu berada di belakang pikap oranye milik BPBD Bantul.
Kecepatan mobil operasional BPBD tersebut, kata dia, diperkirakan sekitar 60 kilometer per jam. Namun motor yang dikendarai Odi Risnanda diperkirakan lebih dari 70 kilometer per jam. “CCTV ada di depan SMA Negeri 1 Bambanglipuro atau 50 meter sebelum tempat kejadian kecelakaan. Sementara di lokasi kejadian tidak ada keterangan yang memastikan,” kata Iptu Maryono di Mapolres Bantul, Senin (3/2/2020).
Dia menduga pengendara sepeda motor akan mendahului pikap dari arah kiri namun tidak ada ruang sehingga menyenggol bagian ujung belakang pikap, sebelum akhirnya menabrak tiang listrik di kiri jalan. "Dugaan akan menyalip dari kiri dan dimungkinkan menyenggol bagian belakang ujung kiri pikap," kata dia.
Hanya, senggolan pengendara motor dengan pikap bukan motornya, tetapi bagian dari anggota tubuh korban. Sebab, pihaknya tidak menemukan goresan baru bekas benturan di bagian pikap BPBD.
Beberapa goresan di bagiam mobil, kata dia, merupakan goresan lama dan sudah dikonfirmasi oleh pihak BPBD Bantul. Selain itu pengemudi pikap juga tidak merasa ada benturan, "Jadi kemungkinan yang menyenggol itu bagian siku tangan pengendara motor sehingga pengemudi pikap tidak merasa ada senggolan," ujar Maryono.
Dia juga menyatakan tidak ada bukti yang bisa mengarah pada pikap mendahului motor korban. Sebab jika mengacu pada CCTV, pikap tersebut justru berada di depan motor dan melaju dengan kecepatan sedang.
Namun demikian penyelidikan masih tetap dilakukan untuk mencari penyebab pastinya, termasuk meminta keterangan BPBD untuk mnjelaskan sejumlah goresan yang ada di pikap. Kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan tersebut juga sudah diamankan di Mapolres Bantul untuk penyelidikan.
Selain itu, Maryono juga mengaku sudah menjelaskan langsung terkait dengan perkara kecelakaan tersebut pada pihak keluarga korban. Ia menegaskan proses penyelidikan kecelakaan maut tersebut dilakukan secara transparan dan tidak ada yang ditutupi. “Kami hanya membutuhkan waktu untuk membuktikan karena tidak ada saksi yang menyaksikan langsung ketika korban terjatuh,” ucap dia.
Seperti diketahui, kecelakaan maut yang menewaskan ayah dan anak di Jalan Samas tersebut terjadi Rabu (29/1) sore. Odi Risnandi, 29, warga Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon meninggal di lokasi kejadian, sedangkan ementara anaknya Mohammad Arfan Abian yang masih berusia 3,5 tahun meninggal di rumah sakit di Klaten dua hari pascakejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Selasa Kliwon 2 Juni 2026 disebut hari naas bagi weton Sabtu Pahing dan Sabtu Pon. Simak makna hari naas dalam Primbon Jawa dan anjuran untuk tetap waspada.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Sebanyak 22 wakil Indonesia siap berlaga di Indonesia Open 2026. Simak jadwal dan lawan yang akan dihadapi para pebulu tangkis Merah Putih.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 2 Juni 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa