Advertisement
Jumlah Posko Penanggulangan Kebakaran di Kota Jogja Belum Ideal
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kebakaran Kota Jogja mengusulkan penambahan dua posko penanggulangan kebakaran. hal ini dilakukan untuk memenuhi target waktu respons penanganan kebakaran guna meminimalkan korban dan kerugian akibat kebakaran.
"Saat ini baru ada dua posko penanggulangan kebakaran sehingga jumlahnya belum sesuai kondisi ideal. Seharusnya, posko ada di tiap sisi di Kota Jogja, yaitu di sisi utara, selatan, timur, dan barat,” kata Kepala Dinas Kebakaran Kota Jogja Nur Hidayat, Senin (3/2/2020).
Advertisement
Saat ini baru ada satu posko penanggulangan kebakaran di kompleks Balai Kota Jogja yang ada di bagian timur Jogja dan satu posko di Jalan Kyai Mojo di bagian barat Kota Jogja.
Nur mengatakan bahwa dinas akan mengusulkan penambahan dua posko penanggulangan kebakaran, satu di Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta XT-Square untuk mendukung penanganan kebakaran di bagian timur dan satu di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy) untuk mendukung penanganan kebakaran di Jogja bagian selatan.
BACA JUGA
Keberadaan posko tersebut, Nur melanjutkan, diharapkan dapat mendukung pemenuhan target waktu respons penanganan kebakaran 15 menit dan jarak antar posko tidak lebih dari 7,5 kilometer.
“Kami masih dalam tahap usulan. Mudah-mudahan bisa diterima, karena mencari lokasi yang ideal juga tidak mudah,” kata Nur, berharap penambahan posko bisa direalisasikan tahun depan.
Menurut Nur, lokasi posko harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain lahannya merupakan aset milik Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Kami pun masih memetakan sejumlah lokasi lain yang dimungkinkan bisa dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif untuk posko penanganan kebakaran dan jaraknya ideal,” katanya.
Selain menambah posko penanganan kebakaran, upaya penanggulangan kebakaran di wilayah permukiman juga dilakukan dengan membangun hidran berbasis kampung.
Tahun ini, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta mengalokasikan dana Rp2,9 miliar untuk pembangunan hidran berbasis kampung di lima kampung yakni Notoprajan, Ngampilan, Purwodiningratan, Ngadiwinatan, dan Pajeksan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penembakan Perawat oleh Agen Federal Bikin Krisis Politik AS Menguat
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- DPUPKP Bantul Alokasikan Rp65 Miliar untuk Jalan dan Jembatan 2026
- Top Ten News Harianjogja.com, Minggu 25 Januari 2026
- Pameran Pangastho Aji Keraton Jogja Ditutup Meriah dengan Tari Klasik
- PSIM vs Persebaya di SSA Minggu Ini, Polres Bantul Perketat Pengamanan
- Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen
Advertisement
Advertisement



