Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Salah seorang pedagang melintas di lokasi gedung baru Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Senin (29/4/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul memiliki delapan paket pembangunan gedung di tahun ini. Ditargetkan paket pengerjaan ini sudah masuk lelang pada Maret mendatang.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Agus Subaryanto, mengatakan untuk pembangunan fisik gedung milik Pemkab sudah masuk program kerja di tahun ini. Adapun program meliputi lanjutan pembangunan gedung BPBD, lanjutan rumah sakit di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong; proyek gedung Dinas Pertanian dan Pangan; Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan sejumlah proyek fisik lainnya. “Dibandingkan dengan paket fisik 2019, untuk tahun ini lebih sedikit. Meski demikian dari sisi nilai mencapai Rp60,5 miliar,” kata Agus kepada wartawan, belum lama ini.
Menurut Agus, jajarannya menyiapkan proses lelang pengadaan. Ditargetkan paket pembangunan ini sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Maret mendatang. Agus menuturkan pemilihan bulan ketiga untuk lelang bukan tanpa alasan. Di langkah awal, tim harus melakukan revisi terhadap dokumen perencanaan yang dibuat satu tahun sebelum pembangunan dilaksanakan. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini, salah satunya menyangkut upah untuk pekerja. “Ada penyesuaian karena ada penetapan UMK baru. Jadi mau tidak mau harus menyesuaikan dan jumlahnya signifikan dalam perubahannya,” katanya.
Selain itu tim juga mempersiapkan lelang untuk konsultan pengawas. Paket ini didahulukan karena proses dinilai lebih rumit ketimbang pelaksanaan lelang fisik. “Sudah kami perhitungan, untuk konsultan pengawas lebih lama sehingga didahulukan agar selesainya bisa bersamaan dengan paket fisiknya,” katanya.
Dia berharap proses awal ini bisa lancar sehingga tidak menganggu dalam pembangunan fisik dan pelaksanaan sesuai target yang direncanakan. Agus tidak menampik di 2019 ada dua paket pengerjaan yang molor karena pembangunan masih berlangsung meski telah melewati satu tahun anggaran. “Tentunya ada sanksi penalti terhadap rekanan. Mudah-mudahan untuk tahun ini tidak ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.