Kisah Timnas Iran yang Dikepung Senjata di Piala Dunia 2026
Iran menghadapi pembatasan ketat di Piala Dunia 2026. Pemulihan pemain, perjalanan tim, dan persiapan laga terdampak aturan khusus.
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (26/1/2026) didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari hujan ringan hingga potensi hujan petir di sejumlah kawasan.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan variasi cuaca paling menonjol. BMKG mencatat potensi hujan petir berpeluang terjadi di Sleman bagian utara dan tengah, terutama di Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Turi. Sementara itu, wilayah Sleman lainnya diprakirakan hanya mengalami hujan ringan.
Masyarakat di kawasan yang berpotensi hujan petir diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan membatasi aktivitas di ruang terbuka saat terjadi sambaran petir.
Di Kota Yogyakarta, kondisi cuaca relatif lebih stabil dengan prakiraan hujan ringan yang berpotensi turun hampir sepanjang hari di seluruh wilayah kota. Kondisi ini berisiko menyebabkan jalan licin dan genangan air, terutama di kawasan permukiman padat serta pusat aktivitas masyarakat.
Kabupaten Bantul juga diprakirakan diguyur hujan ringan secara merata. Pengguna jalan, khususnya di wilayah pesisir Bantul, diminta lebih berhati-hati karena hujan berulang dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Wilayah Kulon Progo tidak luput dari potensi hujan ringan di seluruh kecamatan. Warga yang beraktivitas di kawasan Perbukitan Menoreh disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan mobilitas akibat kondisi cuaca basah.
Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BMKG menyoroti Kecamatan Nglipar, Patuk, dan Semin sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih karena karakter topografinya yang berbukit.
BMKG mengingatkan hujan yang terjadi secara terus-menerus di wilayah berbukit berpotensi memicu genangan hingga pergerakan tanah di titik-titik rawan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, memantau pembaruan informasi cuaca resmi, mengurangi kecepatan berkendara saat hujan, serta menghindari area yang memiliki riwayat genangan maupun longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran menghadapi pembatasan ketat di Piala Dunia 2026. Pemulihan pemain, perjalanan tim, dan persiapan laga terdampak aturan khusus.
Pemkab Sleman pastikan relokasi Korwil Mlati tak ganggu layanan pendidikan. Penataan lahan dorong PAD dan program ekonomi.
PLN ungkap dua PLTU bermasalah jadi penyebab pemadaman listrik di Jawa. Perbaikan dikebut, pasokan segera dipulihkan.
RS Pratama Jogja genap 10 tahun dengan layanan CT Scan, rekam medis elektronik mandiri, dan program wisata medis bagi wisatawan.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Wabah Ebola di Kongo makin meluas. Sebanyak 75 tenaga kesehatan terinfeksi dan 17 meninggal. WHO sebut risiko penyebaran tinggi.