Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah pabrik keripik tempe kremes di Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, terbakar pada Sabtu (17/1/2026) dini hari, menyebabkan kerusakan bangunan penggorengan dan kerugian puluhan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Bumen Wetan RT 09. Api pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kobaran api membesar dari area pabrik, lalu segera memberi tanda bahaya dan menghubungi pemilik usaha serta petugas pemadam kebakaran.
Tim Damkar gabungan dari Pos Banguntapan, Piyungan, dan Kasihan dikerahkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat kobaran api dari lokasi pabrik. Ia kemudian berupaya memberi tanda bahaya dengan memukul tiang internet agar warga sekitar mengetahui kejadian tersebut.
“Warga lain yang mendengar langsung memberitahukan peristiwa kebakaran kepada pemilik dan menghubungi pihak terkait, termasuk pemadam kebakaran dan Polsek Banguntapan,” ujarnya.
Menurut Rita, penyebab utama insiden kebakaran itu sampai sekarang masih dalam penyelidikan petugas. Padahal pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, operasional pabrik telah selesai dan seluruh tungku api dilaporkan sudah dimatikan. Para karyawan juga telah pulang ke rumah masing-masing.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB oleh tim Pemadam Kebakaran dari Pos Banguntapan, Pos Piyungan, dan Pos Kasihan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut
“Kerugian ditaksir sekitar Rp20 juta, berupa bangunan lokasi penggorengan keripik,” kata Iptu Rita.
Korban, Sri Maryana, 57, selaku pemilik usaha disebut telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan menyatakan tidak akan membuat laporan kepolisian.
"Ke depan kami imbau warga untuk senantiasa waspada dengan aktivitas pekerjaan yang berkaitan langsung dengan api. Harus dipastikan betul api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," ucapnya.
Polisi mengimbau pelaku usaha rumahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama aktivitas produksi yang melibatkan api, demi mencegah kejadian serupa di wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.