Bantul Hapus Denda PBB-P2, Tunggakan 1994-2025 Bebas Sanksi
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
Petugas gabungan saat membersihkan material rumah yang tertimpa longsoran batu di Dusun Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Selasa (3/2/2026) pagi. - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Bantul selama beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di Dusun Wunut di Sriharjo, Bantul, Selasa (3/2/2026) pukul 05.45 WIB.
Material tanah dan batu berukuran besar dari tebing ambrol dan menimpa rumah milik Juradi di RT 05 hingga menyebabkan tembok bangunan jebol.
Kerusakan paling parah terjadi pada kamar mandi berukuran 2x3 meter yang hancur tertimpa batu besar, demikian disampaikan Ketua FPRB Sriharjo, Oman.
Selain itu, tembok sepanjang 6x3 meter roboh total, sekitar 15 lembar atap asbes pecah, serta instalasi pipa Pamsimas sepanjang 60 meter terputus. Ia menjelaskan kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan terus-menerus membuat tebing di belakang permukiman tak lagi mampu menahan beban material.
Rumah tersebut dihuni lima jiwa dari dua kepala keluarga. Seluruh penghuni selamat karena saat kejadian berada di ruang tengah sehingga terhindar dari reruntuhan di bagian belakang rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Oman mengingatkan potensi longsor susulan masih tinggi karena terdapat bongkahan batu besar dan tanah labil yang masih menggantung di atas lokasi kejadian.
Petugas gabungan bersama relawan telah melakukan asesmen dan kerja bakti membersihkan sisa material longsor di Sriharjo, Bantul.
Keluarga terdampak disarankan mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat mengingat cuaca ekstrem berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.
Saat ini dibutuhkan bantuan terpal untuk menutup rekahan tanah, logistik makanan, serta bahan bangunan untuk perbaikan rumah.
Situasi di wilayah tersebut juga dilaporkan memburuk setelah di RT 04 terjadi pergeseran tanah yang menyebabkan rumah berukuran 10x8 meter ambles sedalam 0,5 meter.
Pergerakan tanah itu berlangsung selama sepekan terakhir dan diduga berkaitan dengan meningkatnya debit Sungai Oya yang mengikis stabilitas lahan di bantaran sungai.
Warga di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan jika hujan deras kembali mengguyur kawasan Imogiri dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.