Rehabilitasi Jalan Srandakan Poncosari Dilanjutkan
Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Bantul dilanjutkan 2,05 km dengan anggaran Rp15,81 miliar hingga akhir 2026.
Petugas kepolisian saat mengalihkan arus lalu lintas sementara lantaran akses jalan Cinomati menuju wilayah Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, ditutup sementara menyusul tanah longsor yang terjadi pada Rabu (14/12/2026) malam. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Akses utama Jalan Cinomati menuju Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, ditutup sementara setelah tanah longsor menutup badan jalan, Rabu (14/1/2026) malam.
Longsor terjadi di kawasan Kebokuning, Kalurahan Terong, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan Dlingo sejak sore hari. Material tanah dan batuan dari tebing runtuh ke badan jalan, sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan awal secara swadaya untuk membuka akses darurat dan mencegah material semakin meluas ke badan jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan berdasarkan informasi Pusdalops, longsor terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Material longsoran menutup badan jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Kemarin malam sudah dibersihkan secara swadaya oleh warga. Pagi ini akan dilakukan penyemprotan jalan untuk membersihkan sisa material agar tidak licin,” ujar Antoni, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini lokasi masih ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan. Penutupan dilakukan karena kondisi jalan dinilai belum aman untuk dilalui. "Semoga hari ini selesai dibersihkan sisa material, sehingga bisa dilalui oleh masyarakat," jelasnya.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyampaikan petugas Polsek Dlingo telah melakukan penutupan akses di perempatan Terong ke arah Pleret. Polisi juga melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penanganan dan perbaikan, agar jalan dapat segera dibuka kembali dan digunakan masyarakat,” kata Rita.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi penutupan jalan dan menggunakan jalur alternatif hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Pihaknya juga meminta warga untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah musim penghujan saat ini.
BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Cinomati sementara waktu dan memilih jalur alternatif, mengingat potensi longsor masih tinggi di wilayah Dlingo Bantul selama musim hujan, terutama di jalur rawan bencana seperti kawasan perbukitan selatan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Bantul dilanjutkan 2,05 km dengan anggaran Rp15,81 miliar hingga akhir 2026.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Evaluasi Program MBG fokus pada insentif SPPG, kualitas makanan, dan perluasan penerima hingga wilayah 3T.
BPJS Kesehatan tunggu pencairan Rp20 triliun untuk jaga JKN, tanpa intervensi diprediksi bertahan hingga 2027.
Sleman memperkuat sektor pariwisata MICE dengan menggandeng 95 buyer nasional dalam business matching di Jakarta.
Satu hakim menyatakan Nadiem tak terbukti korupsi Chromebook, namun tetap divonis 10 tahun penjara oleh mayoritas.