Rehabilitasi Jalan Srandakan Poncosari Dilanjutkan

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 26 Juni 2026 13:37 WIB
Rehabilitasi Jalan Srandakan Poncosari Dilanjutkan

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, BANTUL— Rehabilitasi ruas Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo di Kabupaten Bantul kembali dilanjutkan pada tahun ini sepanjang 2,05 kilometer. Pekerjaan ini menjadi bagian dari penanganan bertahap terhadap total panjang jalan sekitar 9 kilometer yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas lalu lintas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut material tambang.

Panewu Srandakan, Karjiyem, menyampaikan bahwa pada 2024 lalu Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY telah menyelesaikan perbaikan sepanjang 5 kilometer. Tahun ini, proyek dilanjutkan pada segmen 2,05 kilometer, sementara sisa sekitar 1,5 kilometer direncanakan dikerjakan pada 2027 mendatang.

“Yang tahun ini lokasinya masuk di Padukuhan Singgelo dan Wibis Kalurahan Poncosari,” kata Karjiyem, Jumat (26/6/2026).

Sebelum dilakukan rehabilitasi, ruas jalan tersebut diketahui kerap dilalui kendaraan berat terutama truk pengangkut pasir dari Sungai Progo. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan jalan berlangsung cepat dan sempat menimbulkan kekhawatiran warga sekitar terhadap keselamatan pengguna jalan.

Karjiyem menjelaskan bahwa usulan perbaikan jalan ini sudah diajukan masyarakat sejak 2023 melalui proposal kepada pemerintah daerah. Menurutnya, realisasi perbaikan juga terbantu oleh perubahan situasi di lapangan setelah aktivitas tambang pasir Sungai Progo dibatasi, sehingga beban lalu lintas berat berkurang secara signifikan.

“Usulannya memang dari kami pada tahun 2023 dengan membuat proposal ke PU DIY. Alhamdulillah, pas izin tambang pasir disetop, otomatis jalannya sudah tidak dilewati dan itu barengan dengan jalan diperbaiki,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ruas jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Selain menjadi jalur distribusi hasil pertanian, jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju kawasan wisata pantai selatan Bantul. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

Pekerjaan rehabilitasi jalan ini diperkirakan berlangsung selama 200 hari dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Selama masa konstruksi, akses kendaraan akan diatur agar masyarakat tetap dapat melintas melalui sisi jalan yang masih memungkinkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPESDM DIY, Wira Sasongko, menjelaskan bahwa proyek ini dibiayai melalui APBD DIY dengan nilai sekitar Rp15,81 miliar. Pelaksanaan dimulai pada 12 Juni hingga 28 Desember 2026 dengan target penyelesaian akhir tahun.

“Ruas Srandakan–Poncosari–Pandansimo merupakan salah satu akses penting, sehingga kondisinya perlu ditingkatkan agar lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat,” kata Wira.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengaspalan, tetapi juga peningkatan struktur jalan secara menyeluruh. Lingkup pekerjaan mencakup perbaikan drainase, pekerjaan tanah, pengerasan beton semen dan aspal, pembangunan gorong-gorong, hingga pemasangan sandaran pengaman. Selain itu, lebar jalan juga akan ditingkatkan dari sebelumnya 5,5–6 meter menjadi 7 meter guna meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.

DPUPESDM DIY juga menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, meski terdapat potensi gangguan di lapangan. Upaya ini diharapkan mampu menekan dampak kemacetan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi proyek.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online