Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Proses pemindahan reruntuhan batu ukuran besar yang berasal dari tebing di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Sabtu (28/2/2026). Foto istimewa Kapanewon Gedangsari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengguna jalan yang melintas di Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, diminta meningkatkan kewaspadaan. Di jalur baru tersebut, tebing di sisi jalan masih rawan ambrol, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengungkapkan peristiwa ambrolnya tebing terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Ambrolan terjadi dari tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter. Material yang longsor berupa batu-batu besar,” kata Eko.
Ia menjelaskan, evakuasi material longsor tidak bisa dilakukan secara manual. Proses pembersihan membutuhkan bantuan alat berat serta peralatan pemecah batu.
“Ada empat batu berukuran besar yang jatuh hingga ke badan jalan. Batu-batu tersebut harus dipecah menjadi bongkahan kecil agar bisa dipindahkan,” ujarnya.
Rawan Longsor Saat Hujan Deras
Menurut Eko, kondisi tebing di kawasan Tanjakan Clongop masih berpotensi longsor selama musim hujan berlangsung. Karena itu, masyarakat dan pengguna jalan diminta tidak memaksakan melintas saat hujan deras.
“Jika hujan lebat, sebaiknya berhenti di tempat aman terlebih dahulu. Ini untuk mengantisipasi risiko tebing ambrol,” katanya.
Hal senada disampaikan Lurah Watugajah, Hariyanto. Ia menyebut tebing di sepanjang jalur baru Clongop masih labil dan berisiko longsor, bahkan tidak hanya saat musim hujan.
“Di musim kemarau pun masih ada material batu yang runtuh. Apalagi sekarang hujan terus mengguyur,” ujarnya.
Harap Solusi Permanen
Hariyanto berharap pemerintah dapat memberikan penanganan permanen untuk mengurangi risiko longsor di jalur tersebut. Menurutnya, upaya pemlesteran tebing memang sudah dilakukan, namun belum mencakup seluruh titik rawan.
“Harapannya bisa diplester semua agar mengurangi risiko runtuhan batu dan longsor akibat hujan,” katanya.
Selain itu, ia menilai perlu adanya penambahan rambu lalu lintas, pemasangan banner peringatan, hingga sistem peringatan dini (early warning system/EWS) longsor di kawasan Jalur Clongop.
“Kita berharap tidak ada kejadian yang menimbulkan korban. Pengguna jalan harus bisa merasa aman dan nyaman saat melintas di Tanjakan Clongop,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.