Gerindra Gunungkidul Bangun Kantor Rp1 Miliar, Rampung Akhir Tahun
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Proses pembersihan material longsor bebatuan yang menutupi jalan penghubung antar padukuhan di Kalurahan Mertelu, Gedangsari yang dilakukan menggunakan alat berat. Sabtu (17/1/2026). - Foto Istimewa BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mobilitas warga di wilayah perbukitan Gedangsari perlahan dipulihkan. Batu berukuran raksasa yang memutus akses antarpadukuhan di Kalurahan Mertelu kini mulai dipecah menggunakan alat berat, membuka harapan agar jalur penghubung Krinjing–Gandu segera kembali dapat dilalui masyarakat.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menjelaskan proses pembersihan batu besar yang menghalangi jalan antara Padukuhan Krinjing dan Gandu telah dimulai sejak Jumat (16/1/2026). Ukuran dan kekerasan material membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara manual sehingga memerlukan alat berat.
“Jumat siang alatnya datang terus dilakukan proses pemecahan menggunakan breaker dan hingga sekarang masih berlangsung,” kata Eko, Sabtu (17/1/2026).
Ia mengakui proses pemecahan batu tersebut tidak mudah. Selain material yang sangat keras, pekerjaan sempat terhambat karena mesin alat berat mengalami gangguan teknis.
“Sempat ada kendala teknis, karena mesin mati sekitar dua jam. Tapi setelah ada perbaikan dengan diiringi doa bersama, bisa kembali berfungsi normal sehingga pemecahan batu bisa dilakukan,” katanya.
Menurut Eko, teknis pembersihan sepenuhnya diserahkan kepada operator alat berat. Ia meminta warga bersabar karena pemecahan batu dan pembersihan material longsor membutuhkan waktu.
“Mudah-mudahan segera selesai sehingga jalan kembali bisa untuk aktivitas masyarakat,” katanya.
Longsor tebing di Padukuhan Krinjing terjadi pada Selasa (13/1/2026) seusai hujan deras mengguyur wilayah Gedangsari. Material batu berukuran besar yang ambrol menutupi badan jalan dan memutus akses antarpadukuhan yang menghubungkan Gandu dengan Krinjing.
“Batu yang ambrol sangat besar dan menutupi jalan sehingga akses warga jadi terputus,” kata Eko.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Winarto, menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dampak cuaca ekstrem di Kapanewon Gedangsari dan langsung meninjau lokasi longsor pada Selasa pagi. “Longsor menutupi jalan sehingga akses antar warga jadi terganggu,” katanya.
Edy menjelaskan, warga sebelumnya telah melakukan kerja bakti membersihkan material longsor. Namun, karena volume dan ukuran batu cukup besar, pembersihan membutuhkan dukungan alat berat agar penanganan lebih optimal.
“Sudah ada koordinasi dengan kapanewon maupun kalurahan. Biar bisa maksimal penanganan, maka kami minta untuk permonan bantuan alat berat,” katanya.
Dengan mulai beroperasinya alat berat di lokasi, proses pemulihan akses jalan antarpadukuhan di Kalurahan Mertelu kini memasuki tahap krusial, seiring upaya pemerintah daerah dan warga mempercepat pemulihan jalur yang menjadi urat nadi aktivitas harian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.