Bantul Petakan SDM Kesehatan 5 Tahun, Antisipasi Kekurangan Nakes
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Keributan antar kelompok remaja pecah di Jalan Imogiri Barat, Dusun Ngentak Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Senin (2/3/2026) malam. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ratusan siswa salah satu SMP di Bantul menggelar acara buka bersama.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan insiden berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebelumnya, sekitar 100 siswa mengadakan buka bersama di Dorpie Coffee, Bangunharjo, Sewon. Setelah kegiatan selesai, para siswa pulang secara berombongan menggunakan kurang lebih 50 sepeda motor melalui Jalan Imogiri Barat ke arah selatan.
“Setelah kegiatan selesai, para siswa pulang berombongan menggunakan kurang lebih 50 sepeda motor melalui Jalan Imogiri Barat ke arah selatan,” ujar Rita, Selasa (3/3).
Dihadang Kelompok Tak Dikenal
Saat melintas di simpang empat Sudimoro, rombongan tersebut dihadang kelompok lain yang tidak dikenal dengan jumlah sekitar 20 sepeda motor. Kelompok yang menghadang disebut melakukan provokasi dengan membleyer kendaraan, menyeret standar motor ke aspal, serta mengayunkan benda menyerupai gasper.
Situasi yang semula hanya saling provokasi kemudian memanas. Setibanya di wilayah Ngentak Kepek, tawuran antar kelompok remaja itu pun tak terhindarkan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera turun tangan untuk melerai dan membubarkan aksi. Sejumlah remaja yang terlibat sempat diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Sewon.
Dua Orang Luka, Delapan Remaja Diamankan
Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Syahroni, 51, warga Imogiri, mengalami luka memar di kaki kanan. Sementara Mochammad Rizqalliansyah Raditya Putranto, 22, warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta, mengalami luka di pipi kanan akibat ledakan kembang api.
Polisi juga mengamankan delapan remaja berinisial KPL, MRS, ANR, MIA, DM, DNF, AK, dan AA. Mereka terdiri atas pelajar SMP hingga peserta kejar paket. Selain itu, lima unit sepeda motor turut diamankan sebagai barang bukti.
Rita menambahkan, setelah menjalani pemeriksaan awal oleh Unit Reskrim, para remaja tersebut telah diserahkan kepada orang tua masing-masing. Hingga kini, belum ada laporan polisi yang masuk terkait peristiwa tersebut.
Polisi Dalami Pemicu Keributan
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan pemicu keributan serta mengantisipasi potensi kejadian serupa, terutama saat momentum kegiatan buka bersama yang melibatkan rombongan besar di jalan raya.
Polisi juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja, khususnya saat berkegiatan di luar sekolah pada malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.