Hak Eks Karyawan RSGM Belum Cair, Pemkab Bantul Minta Ada Kepastian
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
Gilang Rizki (dua kiri) didampingi Fajar Suryati, pemilik warung Jenang Yu Jumilah (kiri) kini mulai bisa berjualan di Pasar Ngasem setelah sebelumnya sempat ditegur petugas, Jumat (24/7/2026). Dokumentasi-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Gilang Rizki, 29, pedagang kerupuk rambak tuna netra asal Brebes, kini dapat berjualan dengan lebih tenang di Pasar Ngasem, Kota Jogja. Setelah sempat mendapat teguran karena berjualan secara asongan di area pasar, Gilang kini memperoleh tempat berjualan di salah satu lapak di Pasar Ngasem.
Sudut kecil di lapak Jenang Yu Jumilah kini menjadi ruang baru bagi Gilang untuk menata dagangannya dan menyambung penghidupan. Ia tidak lagi harus menyusuri lorong-lorong pasar sambil memanggul dua karung besar berisi kerupuk rambak.
Sebelumnya, Gilang berjualan dengan cara berkeliling di Pasar Ngasem. Aktivitas tersebut sempat membuatnya mendapat teguran petugas karena adanya aturan larangan berjualan dengan cara mengasong di area pasar. Kondisi itu membuatnya diliputi kecemasan karena harus memikirkan tempat lain untuk berjualan.
Namun, keadaan berubah setelah kisah perjuangannya menjual kerupuk rambak tersebar di media sosial. Unggahan tersebut sampai kepada Fajar Suryati, pemilik warung Jenang Yu Jumilah di Pasar Ngasem.
Fajar mengaku tersentuh melihat perjuangan Gilang yang merupakan lulusan UIN Sunan Kalijaga Jogja. Setiap hari, Gilang berkeliling pasar dengan membawa dua karung rambak dan papan barcode QRIS yang dikalungkan di lehernya.
Fajar kemudian berupaya mencari kontak Gilang dan menawarkan sebagian kecil ruang di lapaknya untuk digunakan berjualan.
“Dia baru hari ini mulai jualan di lapak. Karena dua hari lalu dikasih lihat TikTok sama anak saya. Terus kami hubungi, kemudian dikasih tempat,” ujar Fajar, Jumat (24/7/2026).
Menurut Fajar, keputusan memberikan tempat berjualan kepada Gilang bukanlah persoalan besar. Produk yang dijual Gilang juga tidak bersinggungan dengan jenang yang selama ini dijualnya.
Selain itu, ia berharap ruang kecil yang dimilikinya dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk mencari penghidupan.
“Enggak masalah banget, santai saja. Saya yakin kalau banyak membantu orang, pasti Allah membalas dengan pertolongan-pertolongannya,” ucapnya.
Gilang pun tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Pria bertubuh tambun itu mengaku sangat bersyukur karena kini tidak perlu lagi memikirkan tempat untuk menggelar dagangannya.
Menurutnya, tidak semua orang bersedia memberikan ruang berjualan kepada orang lain, terlebih tanpa meminta imbalan.
“Yang jelas terima kasih banget sama ibu. Zaman sekarang itu enggak gampang orang memberikan tempat. Cuma sedikit orang yang mau seperti itu,” tutur Gilang.
Gilang bahkan sempat meminta maaf karena merasa telah merepotkan. Namun, Fajar justru memintanya untuk tidak perlu merasa sungkan. Sudut lapak di tengah Pasar Ngasem tersebut diperbolehkan untuk ditempati selama Gilang masih ingin berjualan.
Kini, di sudut lapak itu Gilang menata kantong-kantong kerupuk rambak yang dijual dengan harga Rp7.000 per bungkus. Saat pasar ramai, ia dapat menjual sekitar 30 bungkus dalam sehari.
Jumlah penjualan tersebut memang tidak selalu sama. Namun, setidaknya Gilang kini dapat berjualan dengan lebih tenang tanpa harus terus memikirkan kemungkinan diminta meninggalkan tempat berjualan.
“Saya sudah enggak bingung lagi mau jualan di mana. Semoga jenang Ibu semakin laris, dagangan saya juga ikut ketularan laris, amin,” kata Gilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.196,43 akibat meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah dan tarif baru Amerika Serikat.
Kementerian PU mulai menerapkan Aspal Buton 30% di sejumlah jalan tol strategis untuk mengurangi impor aspal dan menekan beban APBN.
Febrie Adriansyah memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan TPPU terkait temuan 74 kilogram emas di Sentul.
Peneliti keamanan menemukan malware SectopRAT menyebar lewat iklan Claude AI palsu di Bing. Sedikitnya 29 organisasi menjadi korban serangan siber ini.
Disnakertrans DIY menyiapkan Raperda jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan pekerja informal di DIY.