Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Fitria Sisca Dewi menunjukan foto adiknya Odi Risnanda semasa hidup melalui telepon selularnya di rumah duka Dusun Ngimbang, RT02, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (1/2/2020). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-- Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryono mengatakan sampai Sabtu (1/2/2020) siang pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan di Jalan Samas Bantul yang diduga melibatkan mobil milik BPBD Bantul pada Rabu (29/1/2020).
Dua korban yang merupakan pengendara sepeda motor meninggal dunia, yakni Odi Risnanda, 29 dan anaknya Mohammad Arfan Abian, balita berusa 3,5 tahun.
Maryono mengaku sudah menggali keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian yakni di Jalan Samas, tepatnya di Dusun Tempel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, termasuk pihak-pihak yang berada di lokasi, salah satunya pengemudi pikap milik BPBD Bantul. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan dan masih butuh keterangan saksi tambahan.
Terkait informasi keterlibatan pikap BPBD, kata Maryono, memang ada saksi yang bilang bahwa korban jatuh setelah melintas pikap BPBD, namun saksi tersebut tidak menyaksikan langsung adanya benturan antara kendaraan milik BPBD dengan sepeda motor korban.
“Saksi hanya berasumsi bahwa mobil BPBD yang menyenggol motor,” kata dia. Mobil BPBD bernomor polisi AB 8117 UB itu berhenti karena ingin menolong korban.
Pihaknya juga tengah mendalami goresan di mobil BPBD. Maryono menyatakan polisi hanya butuh bukti kuat penyebab kecelakaan dan tidak melihat siapa yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar perkara untuk membuktikan penyebab kecelakaan. “Kami cuma ingin mengetahui fakta sebenarnya,” ujar dia.
Sebelumnya dari BPBD Bantul sudah membantah keterlibatan kendaraan orange dalam kecelakaan yang menewaskan bapak dan anak tersebut. “Itu [pikap] berhenti karena mau menolong, tapi ada saksi bilang korban terkapar setelah lewat mobil orange sehingga saksi berasumsi yang menyenggol adalah mobil orange,” kata Komandan Satgas PBK BPBD Bantul, Muhammad Kamdani.
Kamdani mengaku sudah menanyakan langsung pada pengemudi Pikap dan tidak merasa menyenggol motor. Namun demikian ia menyerahkan kasus tersebut pada kepolisian. Pihaknya juga mengaku sudah memberikan keterangan pada polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Lebih dari 2.000 pelajar dari 40 sekolah mengikuti Karnaval Pelajar Mantrijeron untuk memeriahkan HUT ke-270 Kota Jogja.
Sebanyak 1.190 dari 1.351 aduan warga Sleman sepanjang Januari-Agustus 2026 telah ditindaklanjuti Pemkab Sleman.
Cek harga BBM 6 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950 per liter.
Pemkab Sleman mencatat 1.351 aduan masyarakat sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 88,1% laporan telah ditindaklanjuti.