Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Gunungkidul. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kapanewon Semin pada Selasa (3/3/2026) sore menyebabkan puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto, mengatakan hujan deras yang turun sejak Selasa siang memicu sejumlah kejadian. Selain intensitas hujan tinggi, wilayah tersebut juga diterpa embusan angin kencang.
“Dampaknya banyak pohon tumbang akibat embusan angin kencang. Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB dan data sementara tercatat ada enam bangunan rumah serta satu masjid dilaporkan rusak,” kata Didik, Selasa malam.
Ia menjelaskan pohon tumbang tidak hanya mengganggu akses jalan, tetapi juga menimpa rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan.
“Masih terus kami data. Namun, saya pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan dampak terparah cuaca ekstrem paling dirasakan warga di Kapanewon Semin. Sebarannya mulai dari Kalurahan Bendung, Semin hingga Pundungsari.
Data sementara mencatat puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang maupun terjangan angin kencang. Di Kalurahan Pundungsari, terdapat 10 rumah dilaporkan rusak. Sementara di Kalurahan Semin ada enam rumah warga yang terdampak, dan di Kalurahan Bendung tercatat dua rumah mengalami kerusakan.
Selain itu, belasan pohon tumbang juga dilaporkan ambruk di pekarangan warga maupun melintang di jalan.
“Terus kami lakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Semin,” ujar Edy.
Ia menambahkan, BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan pendataan dan asesmen di lokasi kejadian. Bantuan logistik juga telah disiapkan untuk disalurkan kepada warga terdampak.
“Potensi cuaca ekstrem masih sangat mungkin terjadi sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas,” katanya.
Guna mengurangi risiko, BPBD mengimbau masyarakat memangkas dahan dan ranting pohon yang rindang atau telah lapuk sebagai langkah antisipasi pohon tumbang di sekitar rumah.
“Saat hujan deras, kami juga mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar atau beraktivitas di daerah rawan longsor maupun di dekat sungai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Mahanni Yulindha Pratiwi atau Linda Benny terpilih sebagai Wakil Bupati Klaten dengan 49 suara untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Kamis 27 Agustus 2026 didominasi cerah dengan suhu 24–31°C. Warga diminta tetap waspada terhadap cuaca.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul merilis jadwal resmi pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk periode bulan Agustus 2026.
Di DIY, kawasan pascatambang dapat dipulihkan fungsi ekologisnya sekaligus diarahkan menjadi ruang produktif sesuai karakter tapak dan daya dukung lingkungan.