Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Libur panjang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendorong lonjakan kunjungan wisata di Gunungkidul. Dalam dua hari, Sabtu-Minggu (15-16/8/2026), tercatat 66.909 wisatawan datang ke berbagai destinasi wisata di Bumi Handayani.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat kunjungan pada Sabtu (15/8/2026) mencapai 26.338 orang. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 40.571 orang pada Minggu (16/8/2026).
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan kunjungan wisata masih berlanjut pada hari berikutnya. Pada Senin (17/8/2026), sebanyak 15.579 wisatawan tercatat masuk ke sejumlah destinasi.
“Dua hari tercatat ada pengunjung sebanyak 66.909 orang. Untuk jumlah kunjungan Senin [17/8/2026] ada kunjungan sebanyak 15.579 jiwa,” katanya, Selasa (18/8/2026) siang.
Lonjakan jumlah wisatawan tersebut turut memberikan dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul dari retribusi masuk pariwisata. Selama periode libur panjang tersebut, penerimaan yang terkumpul tercatat lebih dari Rp987,3 juta.
“Untuk target PAD di tahun ini sebesar Rp36 miliar sudah terlampaui di awal Juli lalu dan hingga sekarang pendapatannya masih terus bertambah,” katanya.
Eko mengatakan tingginya minat wisatawan tidak terlepas dari keberadaan sejumlah destinasi baru di kawasan pantai, termasuk Drini dan Gesing. Penataan kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, juga dinilai turut mendorong kedatangan wisatawan.
“Kunjungan wisata di Gunungkidul masih didominasi wisatawan dengan tujuan ke pantai,” kata mantan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika ini.
Capaian pendapatan tersebut menjadi perhatian DPRD Gunungkidul. Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menilai target PAD pariwisata tahun ini dapat terlampaui tanpa harus menunggu hingga akhir 2026.
Karena itu, Ery mengatakan target PAD wisata akan kembali dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2026. Ia menilai target yang ditetapkan saat ini masih terlalu kecil.
Ery menjelaskan, dalam pembahasan APBD 2026, badan anggaran DPRD Gunungkidul sebelumnya telah meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar target pendapatan dari retribusi wisata ditetapkan Rp40 miliar.
“Tapi tidak disetujui. Setelah melalui pembahasan yang alot, akhirnya disepakati di kisaran RP36 miliar,” katanya.
Menurut Ery, target PAD wisata akan disesuaikan kembali dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Hal itu didasarkan pada capaian pendapatan yang sudah memenuhi target sebelum tahun anggaran berakhir.
“Kalau kami hitungkan dengan menekan potensi kebocoran, maka bisa lebih tinggi lagi dan PAD yang diraih bisa dioptimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.