DAMPAK CORONA: Warga Sleman yang Gagal Umrah Diminta Bersabar

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Andi Rambe
28 Februari 2020 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Warga yang berniat untuk berangkat menjalankan ibadah umrah diharapkan bersabar dan tawakal menyusul keputusan Pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, larangan kegiatan tersebut bersifat sementara untuk mencegah penyebaran penyakit Corona.

Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa'ban Nuroni berharap agar warga yang sudah terlanjur mendaftar dan ingin melakukan ibadah umrah diharapkan legawa dengan keputusan Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, keputusan tersebut harus diambil sisi positifnya.

Sa'ban mengakui pasti ada yang kecewa dengan keputusan tersebut. Hanya saja, warga juga diminta untuk memahami kondisi dan situasi yang terjadi saat ini. "Yakinlah, keputusan itu merupakan kebijakan yang terbaik diambil oleh pemerintah Arab Saudi. Tentu agar penyebaran virus Corona bisa diantisipasi. Ambil hikmahnya," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (28/2/2020).

Sa'ban menjelaskan, dalam konteks penyelenggaraan ibadah Umrah, Kemenag hanya memberikan rekomendasi. Adapun pelaksana kegiatan dilakukan oleh biro umrah. Meski begitu, dia berharap agar para biro umrah bisa memberikan pemahaman kepada jamaahnya yang gagal berangkat menyusul keputusan Pemerintah Arab Saudi.

"Karena penyelenggaranya biro umrah, kami belum memiliki data berapa jumlah jamaah umrah di Sleman yang gagal berangkat," katanya.

Disinggung soal dana jamaah yang sudah terlanjur dilunasi namun tidak bisa berangkat, Sa'ban berharap masalah tersebut bisa dibahas dan diselesaikan di internal masing-masing. Antara jamaah dengan biro umrah. "Kalau sudah niat sebaiknya jangan dibatalkan. Masalah dana yang sudah terlanjur masuk bisa dimusyawarahkan di internal mereka," katanya.

Pemerintah, lanjut Sa'ban, saat ini sedang mengupayakan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi agar calon jamaah umrah yang sudah mendapatkan visa masa waktunya bisa diperpanjang. Dengan begitu, jamaah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan akibat dari keputusan Pemerintah Arab Saudi.

"Itu yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Jadi masalah ini tidak perlu menimbulkan gejolak di masayarakat. Apalagi keputusan Pemerintah Arab Saudi hanya sementara sampai kasus Corona selesai," katanya.

"Kami prediksi, keputusan Pemerintah Arab Saudi hanya sampai pertengahan Maret. Tidak mungkin Arab Saudi berlama-lama menutup ini karena mereka akan kehilangan devisa yang besar,"katanya.