WISUDA STIM YKPN: Sertifikasi Tenaga Kerja Dinilai Penting

Ketua STIM YKPN Suparmono-Ist - STIM YKPN
28 Februari 2020 23:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIM YKPN) menggelar wisuda sarjana dan ahli madya semester ganjil tahun akademik 2019-2020, Sabtu (29/2) ini di Hotel Alana. Dalam wisuda kali ini kampus menekankan pentingnya sertifikasi tenaga kerja.

Pada wisuda kali ini ada beberapa wisudawan yang meraih prestasi terbaik. Di jenjang Diploma III, nilai tertinggi dicapai Riananda Dewi Trianindita dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,90. Jenjang strata 1 Program Studi Manajemen, yang lulus dengan predikat pujian (IPK di atas 3,51) mencapai 25 orang, atau sebesar 43% dari seluruh wisudawan. IPK tertinggi dicapai oleh Isti Ismiyati dengan IPK sebesar 3.98.

Sebelum pelaksanaan wisuda STIM YKPN membekali calon wisudawan dengan harapan para lulusan mampu melejitkan kesuksesan karier.

Selain itu juga memiliki sikap mental positif, kreatif dan inovatif dalam meniti karier saat bekerja maupun berwirausaha. Pembekalan wisudawan digelar Jumat (28/2/2020) dengan narasumber Mira Aliza Rahmawati, dosen di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia, psikolog, staf di RS Jogja International Hospital (JIH) serta Vidia Istiqomah selaku alumni STIM YKPN.

Ketua STIM YKPN Suparmono menyampaikan setelah terbitnya UU Ketenagakerjaan No.13/2003 dilanjutkan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No.23/2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sejumlah aturan terkait, menunjukkan sertifikasi tenaga kerja di berbagai sektor industri semakin meningkat.

Sertifikasi kompetensi tenaga kerja bertujuan membantu tenaga kerja dalam promosi profesinya di pasar tenaga kerja, membantu tenaga kerja merencanakan karier, membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara, membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi atau industri dan kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa.

“STIM YKPN dalam menanggapi peraturan pemerintah tersebut telah melakukan beberapa upaya agar setiap mahasiswa dan lulusan STIM YKPN memiliki kompetensi dan sertifikasi dalam bidang tertentu sebagai bekal alumninya menghadapi dunia kerja lokal di Indonesia maupun regional,” kata Suparmono, melalui rilis, Jumat (28/2/2020).

Beberapa sertifikasi yang dapat diperoleh mahasiswa dan alumni STIM YKPN adalah sertifikasi ekspor dan impor, perpajakan, pasar modal, perbankan dan sertifikasi lembaga pembiayaan.