Ini Dia, Solusi Industri Kecil Menengah Agar Menjadi Industri Besar

Kegiatan Temu Pelanggan BBKB Yogyakarta bertajuk Menjadi Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh, Rabu (4/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
05 Maret 2020 03:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membuat industri kecil menegah (IKM) bisa menjadi industri besar. Saat ini industri kecil harus bisa berkolaborasi dalam proses manufaktur dengan dunia digital yang mencakup beragam teknologi canggih untuk menghasilkan produk yang sesuai di pasaran.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Titik Purwati Widowati menjelaskan di tengah revolusi industri 4.0 tetapi IKM sebaiknya jangan meninggalkan kearifan lokal. Di satu sisi tetap harus mampu meningkatkan daya saing namun produk yang dihasilnya juga mengedepankan kearifan lokal. Saat ini industri kecil mau tidak mau harus ikut berevolusi dengan teknologi, seperti pemanfaatan big data.

“Penggunaan Internet of Things [IoT], industri atau bisnis berbasis big data dan artificial intelligence dapat menjadi jalan keluar agar industri kerajinan dan batik dapat berkembang dari stigma industri kecil atau rumah tangga menjadi industri besar,” katanya dalam kegiatan temu pelanggan bertajuk Menjadi Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh, Rabu (4/3/2020)

Sehingga industri harus menekankan pada kolaborasi proses manufaktur dengan dunia digital yang mencakup beragam teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, wearables, 3D printing dan robotika canggih. “Untuk merespons perkembangan teknologi ini, kami dalam memberikan layanan dengan instansi lain dan masyarakat saat ini membuka pendaftaran layanan online,” katanya.

Dalam temu pelanggan itu pihaknya memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga yang loyal menggunakan untuk jasa layanan BBKB Yogyakarta antara lain pengujian kalibrasi, pelatihan, sertifikasi dan lainnya. Pihaknya memberikan layanan dari berbagai instansi seluruh Indonesia terkait dengan pengembangan industri kecil dan menengah seperti kerajinan dan batik, desain, teknologi, proses hingga penjaminan mutu. Di DIY misalnya, upaya peningkatkan kualitas kain pringkel dan batik jumputan dilakukan di Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja.

“Kami melakukan pendampingan dari berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jogja, aplikasi layanan pendaftaran sudah kami buka secara online,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga menandatangani kerja sama dengan mepat instansi, antara lain Kabupaten Muara Enim, Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau dan Pemkab Garut tentang pengembangan IKM kerajinan dan batik. Serta kerja sama dengan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) tentang Pengolahan Limbah Batik.