Bangunan Pasar Kluwih Akan Menggunakan Kayu Jati

Foto ilustrasi - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
07 Maret 2020 06:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Untuk menguatkan perekonomian pasar tradisional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan membangun Pasar Kluwih tahun ini. Para pedagang yang semula berjulan di pinggir jalan akan dimasukkan dalam bangunan permanen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono, menjelaskan pembangunan Pasar Kluwih saat ini sedang dalam tahap soialisasi. “Targetnya triwulan kedua 2020 ini sudah masuk ke BLP [Badan Layanan Pengadaan] untuk lelang,” ujarnya, Jumat (6/3/2020).

Bangunan ditargetkan selesai tahun ini. Selama proses pembangunan, pedagang tetap bisa beraktivitas biasa karena lokasi jualan saat ini tidak di lokasi yang menjadi bangunan. “Tidak menggangu proses pembangunan, maka mereka tetap bisa jualan seperti biasa,” ungkapnya.

Pembangunan Pasar Kluwih dikerjakan oleh Disperindag Kota Jogja sendiri, dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Pasar ini akan menggunakan tanah kosong seluas 500 meter persegi. Sedangkan luas tanah yang diguankan untuk bangunan 400 meter persegi.

Karena lokasinya yang berada di wilayah Kraton, maka bangunan ini hanya akan terdiri dari satu lantai. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Pelestarian Warisan Budaya (BP2WB), pihaknya mendapat beberapa masukan untuk desain pasar, salah satunya material bangunan seluruhnya memakai kayu jati. Selain untuk pasar tradisional, pasar ini juga diharapkan bisa menjadi destinasi wisata.

Lokasi yang akan dijadikan Pasar Kluwih merupakan tanah milik Pemkot Jogja yang telah dibeli sejak 2017 lalu. “Waktu itu pembelian memang sudah diniatkan untuk membuat bangunan pasar, mengakomodasi pedagang Pasar Kluwih yang ada di jalan,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Anthonius Fokki Ardiyanto, mengatakan pembangunan ini harapannya kesejahteraan rakyat meningkat sehingga dapat mempersempit kesenjangan ekonomi rakyat, yang berdasarkan data BPS Gini Ratio Di Kota Jogja terus meningkat.

Selain pembangunan pasar, ia juga mengatakan pentingnya mempermudah jalur distribusi barang dengan tidak ada pungli, karena pungli akan memperbesar biaya produksi yang imbasnya harga barang menjadi mahal.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah maintance pasar pasar tradisional sehingga selalu bersih dan terang serta tidak bau sampah," kata dia.