Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk menguatkan perekonomian pasar tradisional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan membangun Pasar Kluwih tahun ini. Para pedagang yang semula berjulan di pinggir jalan akan dimasukkan dalam bangunan permanen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono, menjelaskan pembangunan Pasar Kluwih saat ini sedang dalam tahap soialisasi. “Targetnya triwulan kedua 2020 ini sudah masuk ke BLP [Badan Layanan Pengadaan] untuk lelang,” ujarnya, Jumat (6/3/2020).
Bangunan ditargetkan selesai tahun ini. Selama proses pembangunan, pedagang tetap bisa beraktivitas biasa karena lokasi jualan saat ini tidak di lokasi yang menjadi bangunan. “Tidak menggangu proses pembangunan, maka mereka tetap bisa jualan seperti biasa,” ungkapnya.
Pembangunan Pasar Kluwih dikerjakan oleh Disperindag Kota Jogja sendiri, dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Pasar ini akan menggunakan tanah kosong seluas 500 meter persegi. Sedangkan luas tanah yang diguankan untuk bangunan 400 meter persegi.
Karena lokasinya yang berada di wilayah Kraton, maka bangunan ini hanya akan terdiri dari satu lantai. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Pelestarian Warisan Budaya (BP2WB), pihaknya mendapat beberapa masukan untuk desain pasar, salah satunya material bangunan seluruhnya memakai kayu jati. Selain untuk pasar tradisional, pasar ini juga diharapkan bisa menjadi destinasi wisata.
Lokasi yang akan dijadikan Pasar Kluwih merupakan tanah milik Pemkot Jogja yang telah dibeli sejak 2017 lalu. “Waktu itu pembelian memang sudah diniatkan untuk membuat bangunan pasar, mengakomodasi pedagang Pasar Kluwih yang ada di jalan,” katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Anthonius Fokki Ardiyanto, mengatakan pembangunan ini harapannya kesejahteraan rakyat meningkat sehingga dapat mempersempit kesenjangan ekonomi rakyat, yang berdasarkan data BPS Gini Ratio Di Kota Jogja terus meningkat.
Selain pembangunan pasar, ia juga mengatakan pentingnya mempermudah jalur distribusi barang dengan tidak ada pungli, karena pungli akan memperbesar biaya produksi yang imbasnya harga barang menjadi mahal.
"Yang tidak kalah pentingnya adalah maintance pasar pasar tradisional sehingga selalu bersih dan terang serta tidak bau sampah," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.