Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sejak dinyatakan hilang pada Rabu (4/3/2020) lalu, tubuh Pairin, warga Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul yang diduga terseret arus Sungai Opak, belum juga ditemukan. Setelah lima hari pencarian, operasi pun resmi dihentikan, Minggu (8/3/2020).
Kepala Seksi Operasional SAR DIY Wilayah Bantul Bondan Supriyanto mengatakan proses pencarian kini sepenuhnya dilakukan oleh petugas dari SAR Satlinmas Wilayah III dengan fokus pada upaya penyisiran pesisir Pantai Parangtris. “Kami menduga tubuh korban sudah terseret arus hingga muara sungai Opak,” kata Bondan.
Komandan SAR Parangtritis Ali Sutanto mengatakan penyisiran sudah dilakukan sejak Sabtu (7/3/2020). Target wilayah jangkauan pencarian, kata dia, dilakukan hingga Pantai Samas, Kecamatan Sanden dengan dibantu oleh Satlinmas Istimewa Wilayah IV.
Rencananya, proses penyisiran akan terus dilakukan hingga Selasa (10/3). Jika memang belum berhasil menemukan tubuh korban, penyisiran tetap dilakukan dengan mengerahkan petugas piket harian. "Kalau masih belum ketemu tetap dilanjut sama regu piket harian," kata Ali kepada Harianjogja.com, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
DJP memberikan keringanan sanksi pajak hingga 100%. Simak tujuh jenis sanksi, syarat pengajuan, dan batas waktu permohonannya.
PERDAMI menyebut sekitar 2,95 juta peserta CKG mengalami gangguan mata. Katarak dan gangguan refraksi perlu ditangani sejak dini.
Wamenkeu Juda Agung menyebut Indonesia punya waktu 10-15 tahun memanfaatkan bonus demografi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%.
Angkutan barang KAI Daop 6 Jogja mencapai 320.582 ton hingga September 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
LPDB Koperasi menggandeng 15 inkubator untuk mendampingi KDMP. Penyaluran dana bergulir pada 2026 ditargetkan mencapai Rp2 triliun.