Erupsi Anak Krakatau Batalkan 5 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sejak dinyatakan hilang pada Rabu (4/3/2020) lalu, tubuh Pairin, warga Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul yang diduga terseret arus Sungai Opak, belum juga ditemukan. Setelah lima hari pencarian, operasi pun resmi dihentikan, Minggu (8/3/2020).
Kepala Seksi Operasional SAR DIY Wilayah Bantul Bondan Supriyanto mengatakan proses pencarian kini sepenuhnya dilakukan oleh petugas dari SAR Satlinmas Wilayah III dengan fokus pada upaya penyisiran pesisir Pantai Parangtris. “Kami menduga tubuh korban sudah terseret arus hingga muara sungai Opak,” kata Bondan.
Komandan SAR Parangtritis Ali Sutanto mengatakan penyisiran sudah dilakukan sejak Sabtu (7/3/2020). Target wilayah jangkauan pencarian, kata dia, dilakukan hingga Pantai Samas, Kecamatan Sanden dengan dibantu oleh Satlinmas Istimewa Wilayah IV.
Rencananya, proses penyisiran akan terus dilakukan hingga Selasa (10/3). Jika memang belum berhasil menemukan tubuh korban, penyisiran tetap dilakukan dengan mengerahkan petugas piket harian. "Kalau masih belum ketemu tetap dilanjut sama regu piket harian," kata Ali kepada Harianjogja.com, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.