Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Berbicara soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. /Ist-Youtube Humas Jogja
Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengingatkan potensi penambahan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 di DIY. Pasalnya beberapa hari terakhir, DIY kedatangan orang-orang dari luar daerah.
Sultan pun mengharuskan agar setiap pendatang atau pemudik yang masuk ke wilayah DIY berstatus sebagai ODP. Mereka juga diwajibkan untuk diisolasi minimal 14 hari dan diminta untuk tidak berkumpul dengan kerumuman warga lainnya.
Dari isolasi tersebut, lanjut Sultan, petugas akan memeriksa kondisi kesehatannya apakah positif atau negatif terhadap virus Corona. Pemeriksaan dilakukan di lokasi di mana pendatang tersebut berdomisili. Sultan pun meminta perangkat desa, dukuh, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk melakukan pendataan para pendatang.
"Ini hasil kesepakatan dari rapat bersama dengan Forkominda, karena akhir-akhir ini berbondong-bondong orang masuk Jogja. Mereka mudik sebelum masa Lebaran akibat wabah virus," kata Sultan, Kamis (26/3/2020).
Dijelaskan Sultan, jumlah ODP yang terus meningkat di DIY disebabkan oleh produk impor atau tertular dari daerah-daerah yang berstatus zona merah. Baik yang dibawa oleh pendatang atau pemudik maupun orang yang keluar dari DIY kemudian kembali ke DIY. Pemda DIY mencatat saat ini ada sekitar 1.000 ODP di wilayah DIY. "Ini dalam waktu dua hari perkembangannya sangat tinggi," katanya.
Menurut Sultan, mereka yang kembali ke DIY sebagian besar warga Jogja. Pemda akan membantu warga untuk melakukan pemeriksaan baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. "Dengan harapan warga yang datang tersebut sadar dan menyadari untuk mengisolasi diri. Tentu agar tidak menularkan ke orang lain, tetangganya," kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.