Prabowo Minta Tepung Singkong Diproduksi Skala Besar untuk Padamkan Karhutla
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah warga Sleman yang positif terinfeksi Covid-19 terus bertambah.
Bila pada Selasa (31/3/2020) tercatat ada 12 warga Sleman yang positif terinfeksi virus Corona, maka pada Rabu (1/4/2020) jumlahnya bertambah empat menjadi 16 orang.
Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di DIY dari total kasus positif Covid-19 sebanyak 28 orang, berdasarkan data terbaru, Rabu (1/4/2020).
Pemprov DIY sebelumnya mengumumkan pada Rabu, ada tambahan pasien positif Covid-19 di DIY sebanyak empat orang, sehingga total pasien positif sebanyak 28 orang.
Dari tambahan empat tersebut terdiri atas tiga laki-laki yang berusia 27 tahun, 44 tahun dan 22 tahun dan wanita usia 52 tahun. Dari keempat pasien tersebut semuanya tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman.
“Saat ini yang sudah diswab 225 orang, masih dirawat inap 142 orang. Hasil negatif 65 orang, positif 28, kemudian yang masih dalam proses laboratorium 131 orang,” kata Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih, Rabu (1/4/2020) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Otorita IKN memperketat penanganan karhutla. Satu perusahaan disanksi dan satu terduga pelaku pembakaran dilaporkan ke aparat hukum.
Dentuman di Bandung disebut BMKG tak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Simak penjelasan soal gempa, skyquake, dan kemungkinan penyebabnya.
Kepengurusan MPI DIY periode baru dikukuhkan. Fadhl Muhammad Firdaus mendorong gerakan sosial dan solusi nyata bagi masyarakat.
Harga iPhone 15, 16, dan 17 di Indonesia turun hingga Rp500.000 jelang peluncuran iPhone 18 Pro pada 9 September 2026.
ICBS 2026 di JEC Bantul mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem dan akses pasar global.