Pemda DIY Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 28 April

Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. - ANTARA FOTO/Saiful Bahri
14 April 2020 00:47 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY kembali memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah di seluruh DIY yang semula berakhir pada Selasa (14/4/2020) besok menjadi ditambah selama dua minggu sampai Selasa (28/4/2020).

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No.443/6229 tanggal 13 April 2020 tentang Pengaturan Ulang Aktivitas Pendidikan dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Lingkungan Pendidikan di DIY. Perpanjangan ini tak lepas dari situasi dan kondisi berkaitan dengan pandemi serta hasil evaluasi dengan Disdikpora DIY dan kabupaten/kota.

Kabid Perencanaan dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menuturkan masih ada sejumlah kendala yang muncul dalam pembelajaran jarak jauh. Hal ini muncul setelah dilakukan evaluasi oleh Disdikpora DIY dan kabupaten/kota.

"Kendalanya sudah ada keluhan siswa mulai jenuh dengan gadget," kata Didik ketika dihubungi pada Senin (13/4/2020) sore. Hal ini tak dipungkiri dapat terjadi lantaran seluruh pembelajaran saat ini menggunakan sistem daring dengan gawai.

Didik berharap para tenaga pendidik bisa mengombinasikan metode pembelajaran dengan cara yang menghibur, inovatif, dan menyenangkan, sehingga bisa menumbuhkan cara berpikir kreatif bagi siswa meskipun pembelajaran tidak berlangsung secara tatap muka.

Ketika disinggung apakah keluhan siswa juga berkaitan dengan beban tugas yang diberikan setiap harinya, Didik mengakui hal itu juga muncul. "Kalaupun ada wajar, tetapi dalam satu hari kan mata pelajarannya dikurangi, artinya jadwalnya diatur ulang, supaya tidak jenuh dan kelelahan," katanya.

Untuk jenjang SMA/SMK, setiap harinya rata-rata ada tiga mata pelajaran yang diajarkan. Sehingga kondisi ini ia rasa tidak memberatkan siswa. "Bukan dibatasi, jadwal diserahkan ke sekolah, hanya rata-rata sehari 3 mata pelajaran," katanya.