Kampus Ini Beri Paket Sembako untuk Mahasiswanya yang Bertahan di Jogja

Pendistribusian sembako untuk mahasiswa yang masih bertahan di Jogja selama pandemi corona, Kamis (17/4/2020). - Ist/Akprind.
18 April 2020 10:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kampus IST Akprind Jogja memberikan bantuan sembako kepada para mahasiswanya yang masih bertahan di Jogja di tengah pandemi corona. Mereka diimbau untuk tetap bertahan di Jogja dengan tidak pulang ke kampung halaman lebih dahulu sebelum kondisinya normal.

Rektor IST Akprind Jogja Amir Hamzah menjelaskan pandemi ini berdampak pada seluruh kegiatan di kampusnya. Sejak 19 Maret 2020 lalu sampai usai lebaran pihaknya menerapkan kuliah secara online. Akantetapi kuliah daring ini menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa terutama mereka yang masih bertahan di Jogja karena harus menyediakan dana tambahan untuk kuota internet. Beberapa mahasiswa harus menyisihkan uang biaya hidup mereka untuk membeli kuota internet. Oleh karena itu pihaknya memberikan bantuan berupa bahan makanan yang bisa digunakan sewaktu-waktu.

"Untuk mengurangi beban kebutuhan para mahasiswa kami terutama dari luar DIY yang masih bertahan di Jogja kami berikan sembako," terang dia dalam rilis yang diterima Sabtu (18/4/2020).

Ketua Satgas Covid-29 IST Akprind Jogja Aji Pranoto menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa untuk mendata mahasiswa yang masih bertahan di Jogja. Penyerahan paket bantuan di awal diberikan kepada 150 mahasiswa dengan proses penyerahan sepenuhnya sesuai dengan protokol kesehatan, di mana mahasiswa diperiksa suhu tubuh sebelum masuk ke kampus.

"Tahap pertama ini baru 150 mahasiswa, tetapi penelusuran mahasiswa kami yang masih di Jogja terus dilakukan, karena sesuai anjuran agar tidak mudik lebih dahulu," ujarnya.

Ia menambahkan setelah pendistribusian tahap pertama akan dilanjutkan pada tahap kedua dan berikutnya untuk mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan di tahap pertama. Pihaknya mengerahkan pengurus BEM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan agar membantu mencari informasi mahasiswa yang masih berada di Jogja. "Targetnya semua mahasiswa kami yang merantau atau dari luar DIY bisa mendapatkan bantuan ini," katanya.