Petugas Kebersihan Jadi OTG, Puluhan Guru SMA 10 Jogja Isolasi Mandiri

Ilustrasi. - freepik
20 April 2020 16:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan guru SMA Negeri 10 Kota Jogja terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Musababnya salah satu petugas kebersihan di sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG) oleh Puskesmas yang seharusnya menjalani isolasi mandiri namun justru tetap berangkat ke sekolah sehingga terjadi kontak dengan guru dan karyawan. Informasi tersebut sempat beredar melalui pesan berantai di medsos.

Kepala SMA N 10 Kota Jogja Sri Murni mengakui memang seluruh guru dan karyawan di sekolahnya harus diisolasi mandiri karena adanya petugas kebersihan yang OTG tersebut. Namun ia memastikan berita yang beredar di medsos itu tidak sepenuhnya benar karena petugas kebersihan itu hasilnya negatif, padahal di medsos telah disebutkan positif. Petugas kebersihan tersebut memang seharusnya menjalani isolasi namun tidak mematuhi.

“Sempat terjadi heboh di medsos karena ada informasi yang tidak tepat, di mana petugas kebersihan tersebut sudah positif Covid-19, padahal hasilnya negatif. Kami sendiri [waktu dapat informasi itu] juga enggak karu-karuan pikirannya, tetapi kemudian disusuli hasil tesnya pada tanggal 17 hasilnya negatif nanti akan disusul tes lagi tanggal 27 akan cek lab kedua semoga negatif juga,” ungkapnya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (20/4/2020).

Ia menambahkan pihak Puskesmas Gondomanan Kota Jogja sendiri telah melakukan pengecekan di sekolahnya untuk memastikan seharusnya petugas kebersihan tersebut harus isolasi. Karena tetap masuk dan melakukan kontak dengan guru dan karyawan selama beberapa hari, akhirnya Puskesmas memutuskan agar semua guru dan karyawan melakukan isolasi mandiri terhitung sejak Sabtu (18/4/2020). Pihaknya pun langsung membuat keputusan dengan meniadakan piket guru, sehingga keseharian hanya ada petugas keamanan di sekolah.

Petugas kebersihan itu memang tidak melakukan kontak dengan semua guru dan karyawan di sekolah tersebut, mengingat lingkungan sekolah yang dibersihkan hanya seputar teras ruang kelas. Tetapi demi kebaikan bersama akhirnya semua harus isolasi mandiri.

“Demi kewaspadaan maka guru dan karyawan dengan jumlah 54 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan mengikuti protokol Covid-19. Semua guru dan karyawan diberikan formulir dari Puskesmas Gondomanan untuk diisi setiap hari selama 14 hari jika ada gejala diberikan tanda centang,” katanya.

Murni memastikan pada Senin [20/4/2020] ini memasuki hari ketiga semua guru menjalani isolasi. Menurutnya semua dalam keadaan baik, tidak ada gejala Covid-19. “Karena Puskesmas Gondomanan tidak mau mengambil risiko, tidak dipilih mana yang diisolasi dan tidak, akhirnya sepakat keseluruhan dilakukan isolasi mandiri sampai 30 April 2020,” ucapnya.