Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Sekda Bantul Helmi Jamharis (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat menyampaikan kondisi terkini soal Covid 19 di kantor Dinas Kesehatan setempat, Selasa (24/3/2020). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul, meminta para camat daerah itu memastikan pendatang atau warga Bantul yang mudik melakukan isolasi mandiri sebagai antisipasi apabila ada masalah kesehatan terkait COVID-19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Sabtu (25/4/2020) mengatakan camat di masing-masing wilayah diminta berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkompincam) untuk mengondisikan wilayah masing-masing jika terdapat pendatang dari luar kota yang baru masuk.
"Kecamatan koordinasi dengan babinsa dan babinkamtibmas untuk memastikan pendatang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Sekda yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul.
Dia mengatakan, kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik sudah terlambat, mengingat jumlah pendatang luar daerah yang masuk Bantul, sudah lebih dari 1.900 orang sesuai hasil pendataan, sehingga mereka yang sudah sampai Bantul dipastikan harus menjalani isolasi mandiri.
Namun, kata dia, apabila ada pendatang dari wilayah zona merah, seperti Jakarta dan Jawa Tengah, masuk ke Bantul, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan agar kondisi mereka bisa diketahui, apakah berpotensi positif atau negatif virus corona jenis baru tersebut.
"Jika hasil pemeriksaan mengkhawatirkan, akan dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro, tapi jika kondisinya sehat kita tidak bisa melarang pemudik masuk ke wilayah Bantul," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan data kasus corona di Bantul per 25 April adalah pasien yang sedang rawat inap untuk kategori PDP ada 23 orang, pasien konfirmasi positif empat orang, dan kategori orang dalam pemantauan (ODP) empat orang.
Empat pasien positif COVID-19 di Bantul itu sebarannya di wilayah Kecamatan Kasihan satu orang, Sewon dua orang dan Kecamatan Piyungan satu orang.
"Rumah sakit yang merawat pasien positif adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito satu orang, Rumah Sakit Bethesda satu orang dan RSLKC Bantul dua orang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.