Terkait Jemaah Tabligh, Satu Warga Cangkringan Positif Saat Rapid Test

Ilustrasi. - Ist/Freepik
27 April 2020 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Satu dari 37 warga Cancangan, Wukirsari, Cangkringan yang dirapid test akhir pekan lalu menunjukkan reaktif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman masih menunggu hasil swab yang dilakukan terhadap warga tersebut untuk memastikan diagnosa Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan dari 37 warga yang dirapid test terkait jemaah tabligh, hanya satu orang yang reaktif. Joko mengatakan, yang reaktif setelah menjalani rapid test bukan bagian dari anggota jemaah tabligh, tapi warga yang melakukan kontak erat dengan salah satu anggota jemaah tabligh tersebut.

Belakangan, diketahui warga Cancangan, anggota jemaah tabligh yang juga reaktif saat dirapid test merupakan penerjemah dari WNA India. Baik penerjemah, istri dan anaknya yang sudah dirapid test ini sama-masa masih menunggu hasil swab. "Sampai saat ini hasil swabnya belum keluar," kata Joko.

Diberitakan sebelumnya, empat WNA India yang merupakan anggota jemaah tabligh internasional, dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, keempatnya menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito. Keempat WNA tersebut masing-masing kasus 81 (laki-laki, 48 tahun), kasus 82 (laki-laki, 46 tahun), kasus 83 (laki-laki, 36 tahun), dan kasus 84 (laki-laki, 31 tahun).

Awalnya, Dinkes Sleman melakukan rapid test terhadap 15 WNA India saat transit di Masjid Al Ittihaad Dusun Kocoran, Caturtunggal, Depok. Dari 15 WNA yang dirapid test sembilan WNA menunjukkan hasil reaktif dan lainnya tidak.