Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan hujan akan turun di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merata untuk lima wilayah, meski dalam waktu yang berbeda-beda.
BMKG lebih dahulu memberikan peringatan dini potensi terjadinya hujan lebat dapat disertai petir dan angin kencang di Sleman utara dan Kulonprogo utara.
Adapun rinciannya, Kota Jogja diperkirakan pagi cerag berawan, siang hujan ringan, malam hujan lokal hingga dini hari.
Sleman diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, makam hujan lokal hingga dini hari.
Bantul diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, malam cerah berawan hingga dini hari.
Kulonprogo diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, malam berawan hingga dini hari.
Gunungkidul diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan, malam cerah berawan hingga dini hari.
Suhu udara diperkirakan 23 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 95%.
BMKG juga memberikan peringatan dini potensi peningkatan tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY setinggi 2,5 hingga 3,5 meter. Angin bertiup dari timur ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Komnas HAM mengusulkan tim gabungan investigasi lintas instansi untuk mengurai fakta konflik Papua dan menangani dampak kemanusiaannya.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar. Pemda DIY tetap memprioritaskan kawasan selatan dan program pengentasan kemiskinan.
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 melalui ETLE HUB, penguatan regulasi, serta kesiapan sarana dan prasarana.