Bukan Musim Hujan, BMKG Ungkap Penyebab Jogja Tampak Mendung Beberapa Hari Terakhir

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 09 September 2026 16:57 WIB
Bukan Musim Hujan, BMKG Ungkap Penyebab Jogja Tampak Mendung Beberapa Hari Terakhir

Foto: Cuaca di Kota Jogja, pada Rabu (9/9/2025) siang didominasi awan mendung. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca mendung menyelimuti sejumlah wilayah di DIY dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut bukan pertanda musim hujan datang lebih cepat, karena BMKG masih memprakirakan DIY berada dalam periode curah hujan rendah hingga November 2026.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Rahma Fauzia, menjelaskan munculnya awan dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama tingginya kelembapan pada lapisan atas. Kelembapan tersebut membuat kandungan uap air meningkat sehingga proses pembentukan awan menjadi lebih mudah.

"Untuk akhir-akhir ini memang mendung karena ada pengaruh lapisan atas atmosfer yang cukup lembap, di kisaran 70-95 persen pada ketinggian 850 milibar. Jadi pembentukan awan cenderung meningkat karena massa uap air cukup banyak," kata Rahma, Rabu (9/9/2026).

Kelembapan atmosfer pada ketinggian sekitar 1,5 kilometer atau 850 milibar saat ini cukup tinggi. Kondisi itu kemudian mendukung pertumbuhan awan dan pada waktu tertentu dapat menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.

Hujan Sempat Turun di Bantul

Fenomena tersebut juga menyebabkan hujan lokal di beberapa wilayah DIY meskipun secara umum daerah ini masih berada dalam periode kemarau. Salah satu wilayah yang sempat diguyur hujan adalah Kabupaten Bantul pada Senin (7/9/2026).

Kemunculan hujan lokal tersebut tidak lantas mengubah status musim secara keseluruhan. BMKG menilai kondisi atmosfer yang terjadi lebih berkaitan dengan faktor lokal yang memengaruhi pembentukan awan.

Rahma juga menegaskan bahwa awan dan hujan yang muncul dalam beberapa hari terakhir tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik gunung berapi. Fenomena tersebut murni dipengaruhi kondisi lokal atmosfer.

"Tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung vulkanik. Kejadian pembentukan awan ini dari faktor lokal saja," ujarnya.

DIY Masih Dipengaruhi El Nino

Di tengah munculnya mendung dan hujan lokal, BMKG belum mengubah prakiraan musim hujan di DIY. Berdasarkan pembaruan model iklim terbaru, wilayah DIY masih berada dalam pengaruh El Nino dengan intensitas kuat.

Stasiun Klimatologi DIY memprakirakan curah hujan di seluruh wilayah DIY masih berada dalam kategori rendah pada September hingga November 2026. Sifat hujan selama periode tersebut juga diprediksi berada di bawah normal.

Pada September 2026, curah hujan di seluruh wilayah DIY diperkirakan berada pada kisaran 0-20 milimeter (mm). Kondisi tersebut diprakirakan masih berlanjut pada Oktober dengan kisaran curah hujan yang sama, yakni 0-20 mm, sementara sifat hujan tetap berada di bawah normal.

Memasuki November 2026, curah hujan diprakirakan mengalami peningkatan dibandingkan September dan Oktober. Meski demikian, kisaran 0-100 mm masih termasuk kategori rendah sehingga belum menunjukkan peralihan menuju kondisi hujan normal.

November Belum Masuk Musim Hujan Normal

Sifat hujan pada November juga diprakirakan masih berada di bawah normal. Artinya, total hujan yang turun diperkirakan masih lebih sedikit dibandingkan rata-rata klimatologis pada bulan tersebut.

Peta prakiraan Stasiun Klimatologi DIY bahkan belum menunjukkan adanya wilayah yang masuk kategori curah hujan menengah, tinggi, maupun sangat tinggi pada November. Seluruh kabupaten dan Kota Jogja masih diprakirakan berada dalam kategori curah hujan rendah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mendung yang muncul dalam beberapa hari terakhir tidak dapat dijadikan patokan bahwa musim hujan telah dimulai. Hujan lokal dapat terjadi karena kondisi atmosfer tertentu meskipun secara umum pola curah hujan masih rendah.

Dengan demikian, kemarau di DIY belum berakhir berdasarkan prakiraan BMKG saat ini. Periode September-November 2026 masih berpotensi memiliki curah hujan relatif minim, meskipun terdapat peningkatan kisaran curah hujan pada November.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online