Cuaca Jogja Hari Ini 23 Agustus, Waspada Panas dan Kebakaran

Sunartono
Sunartono Minggu, 23 Agustus 2026 05:57 WIB
Cuaca Jogja Hari Ini 23 Agustus, Waspada Panas dan Kebakaran

Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca Jogja dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (23/8/2026) diprediksi didominasi kondisi cerah hingga berawan. Suhu udara tertinggi diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius.

Kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Selain paparan sinar matahari pada siang hari, kondisi lahan yang cenderung kering selama musim kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Berikut prakiraan cuaca di lima kabupaten dan kota di DIY pada Minggu (23/8/2026):

Kota Jogja

* Kondisi Cuaca: Cerah berawan
* Suhu Udara: 24–32 °C
* Kelembapan: 45%–82%
* Analisis & Potensi Dampak: Menjadi wilayah dengan suhu udara maksimum tertinggi (mencapai 32 °C) dan titik kelembapan terendah (45%). Cuaca terasa cukup terik dan kering pada siang hari. Masyarakat diimbau mewaspadai risiko dehidrasi serta peningkatan paparan sinar UV saat beraktivitas di luar ruangan.

Sleman

* Kondisi Cuaca: Cerah berawan
* Suhu Udara: 23–31 °C
* Kelembapan: 53%–90%
* Analisis & Potensi Dampak: Fluktuasi kelembapan cukup tinggi hingga 90% pada malam atau dini hari, namun relatif hangat di siang hari. Kondisi ini terbilang kondusif untuk aktivitas luar ruangan, meski tetap membutuhkan antisipasi terhadap paparan panas di siang hari.

Bantul

* Kondisi Cuaca: Cerah
* Suhu Udara: 23–31 °C
* Kelembapan: 48%–86%
* Analisis & Potensi Dampak: Paparan sinar matahari langsung tanpa hambatan awan mendominasi sepanjang hari. Tingkat kelembapan minimal yang cukup rendah (48%) membuat udara terasa lebih kering, sehingga meningkatkan risiko potensi kebakaran sampah/lahan jika terjadi aktivitas pembakaran sembarangan.

Kulon Progo

* Kondisi Cuaca: Cerah berawan
* Suhu Udara: 23–29 °C
* Kelembapan: 60%–91%
* Analisis & Potensi Dampak: Memiliki batas suhu maksimum paling rendah (29 °C) dan kelembapan udara rata-rata paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Udara terasa cenderung lebih sejuk, terutama di kawasan pesisir maupun perbukitan Menoreh.

Gunungkidul

* Kondisi Cuaca: Berawan
* Suhu Udara: 23–30 °C
* Kelembapan: 48%–87%
* Analisis & Potensi Dampak: Tutupan awan cukup dominan, namun tingkat kelembapan udara yang mencapai angka minimum 48% menandakan kondisi wilayah karst yang tetap kering. Kewaspadaan tinggi diperlukan terkait potensi angin kencang lokal serta kekeringan lahan.

Waspada Kebakaran Saat Musim Kemarau

Memasuki periode musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering.

Aktivitas seperti membakar sampah sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Puntung rokok yang masih menyala juga perlu dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sekitar lahan kering, semak-semak, hutan, serta kawasan yang banyak terdapat daun dan ranting kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi vegetasi kering dan angin mendukung.

Selain mengantisipasi risiko kebakaran, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menjaga asupan cairan. Konsumsi air putih yang cukup penting untuk membantu mencegah dehidrasi, khususnya ketika beraktivitas di bawah terik matahari pada siang hari.

Catatan: Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat disarankan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas, terutama kegiatan di luar ruangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online